Dari jumlah tersebut, sebanyak 67 mahasiswa merupakan mahasiswa internasional yang berasal dari 17 negara.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, H. Yandri Susanto, turut hadir memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru. Ia mendorong mahasiswa untuk membangun mental pantang menyerah serta berani berorientasi pada masa depan.
Yandri juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan lingkungan kampus sebagai ruang untuk membentuk karakter dan kepemimpinan.
“Jangan pernah menyesal kita lahir di mana, jangan pernah menyesal orang tua kita siapa, tapi menyesallah kalau kita hidup tidak bersungguh-sungguh,” tutur Yandri.
Ia mengajak mahasiswa baru untuk tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja setelah lulus. Menurutnya, mahasiswa juga perlu berani melihat peluang dan membangun usaha sendiri.
“Kalian boleh dari fakultas mana pun, jangan terpaku dengan mata kuliah. Mata kuliah itu wajib, tapi yang membentuk kita ialah lingkungan,” ujar Yandri.
“Saya sebagai Menteri mengajak adik-adik untuk menjadi orang hebat. Jangan berpikir melamar kerja, mulai sekarang bisa menjadi pengusaha,” sambungnya.
Sementara itu, Rektor UMJ Prof. Dr. Ma’mun Murod menekankan pentingnya mahasiswa memanfaatkan masa kuliah untuk mengembangkan potensi diri, tidak hanya di ruang kelas tetapi juga melalui berbagai aktivitas kemahasiswaan.
“Adik-adik harus bangga kuliah di universitas Muhammadiyah tertua, universitas unggul, dan universitas Muhammadiyah yang ada di ibu kota,” kata Ma’mun.
Ma’mun kemudian memberikan pedoman pembagian waktu yang dinilai ideal bagi mahasiswa, yakni 60 persen untuk perkuliahan dan 40 persen untuk kegiatan organisasi maupun Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
Khusus mahasiswa Fakultas Kedokteran, ia menganjurkan porsi waktu untuk kegiatan akademik sebesar 80 persen.
“Jangan jadi mahasiswa kupu-kupu atau kuliah pulang, kuliah pulang. Manfaatkan waktu yang ada untuk banyak belajar di kampus, ikuti organisasi-organisasi dan UKM yang ada di kampus,” tegasnya.(*)
Editor : Cipi Ckandina