Investasi Tambang Blok Elang Sumbawa Ditaksir Capai Rp8 Triliun

JawaPos • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 18:00 WIB
Wilayah kerja PT Amman Mineral Internasional Tbk. (ist)
Wilayah kerja PT Amman Mineral Internasional Tbk. (ist)

batampos – Rencana pengembangan tambang tembaga dan emas Blok Elang milik PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), diperkirakan membutuhkan investasi awal sekitar Rp6 triliun hingga Rp8 triliun.

Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot mengatakan informasi tersebut diperoleh dari PT AMNT. Investasi awal itu mencakup pembangunan fasilitas produksi dan fasilitas pendukung pertambangan dengan kebutuhan lahan lebih dari 60 hektare.

“Investasi awalnya sekitar Rp6 triliun sampai Rp8 triliun dengan kebutuhan lahan lebih dari 60 hektare,” kata Jarot dalam konsultasi publik studi kelayakan dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) rencana kegiatan pertambangan Blok Elang di Sumbawa, Selasa.

Menurut Jarot, pembangunan fasilitas produksi ditargetkan memasuki tahap konstruksi mulai pertengahan 2027. Namun, tahapan tersebut baru dilakukan setelah seluruh kajian dan persyaratan pengembangan pertambangan diselesaikan.

Ia menyebut investasi tersebut berpotensi mendorong aktivitas ekonomi di Sumbawa. Meski demikian, Jarot menekankan agar manfaat investasi juga dirasakan masyarakat sekitar dengan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

“Kita sambut investasi yang masuk, dengan catatan jangan industri masuk tetapi masyarakat yang wajib malah disingkirkan. Jangan sampai rakyat tidak sejahtera,” ujarnya.

AMMAN Libatkan Masyarakat dalam Penyusunan Amdal

Vice President AMMAN Syamsul Kepli mengatakan konsultasi publik merupakan bagian dari tahapan penyusunan Amdal. Kegiatan tersebut bertujuan menghimpun saran, pendapat, tanggapan, dan informasi dari masyarakat serta pemangku kepentingan.

“Pengetahuan masyarakat mengenai kondisi lingkungan, sosial budaya, dan karakteristik wilayah menjadi masukan penting untuk memperkaya kajian Amdal,” katanya.

Dalam konsultasi tersebut, AMMAN memaparkan rencana pengembangan Proyek Elang, ruang lingkup kajian Amdal, tahapan pengembangan, serta mekanisme keterlibatan masyarakat dalam penyusunan dokumen lingkungan.

Proyek Elang berada sekitar 56 kilometer sebelah timur Tambang Batu Hijau. Area pengembangannya mencakup wilayah Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat.

AMMAN merencanakan kegiatan utama berupa penambangan bijih tembaga dan emas. Kegiatan tersebut akan didukung akses transportasi, penyediaan energi dan air, fasilitas operasional dan pemeliharaan peralatan, serta sarana pendukung tenaga kerja.

Pengembangan tambang terbuka Blok Elang juga dikaitkan dengan rencana penguatan hilirisasi mineral, termasuk dukungan terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) smelter tembaga.

Saat ini, rencana pengembangan Blok Elang masih berada pada tahap eksplorasi. Setelah penyusunan Amdal dan kajian zona awal selesai, pemerintah bersama pihak terkait akan kembali melakukan sosialisasi sebelum proyek memasuki tahap konstruksi.

Konsultasi publik tersebut diikuti ratusan peserta dari unsur pemerintah, DPRD, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, serta tokoh masyarakat, agama, dan adat.(*)

Editor : Cipi Ckandina
Blok Elang Capaian Ekonomi Kepri investasi tambang