Bahlil Imbau Pemilik Mobil Mewah Tak Pakai BBM Bersubsidi

JawaPos • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 19:10 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (ANTARA)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (ANTARA)

batampos - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengimbau masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih untuk tidak menggunakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Menurut Bahlil, BBM bersubsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak menerima manfaat subsidi pemerintah.

"Saya mengimbau kepada saudara-saudara yang mampu, pendapatannya bagus, ekonominya menengah ke atas, mobilnya bagus, janganlah pakai BBM bersubsidi," ujar Bahlil setelah menghadiri acara Electricity Connect 2026 di Tangerang, Banten, Selasa (22/9).

Bahlil menyoroti temuan di Makassar, Sulawesi Selatan, terkait antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Dalam penertiban tersebut, polisi disebut menemukan mobil mewah yang telah dimodifikasi dengan tangki berkapasitas hingga 700 liter.

"Memang terjadi shifting (konsumen nonsubsidi ke subsidi), gimana nggak shifting kalau mobil bagus begitu saja diisi pakai minyak subsidi, habis itu dijual lagi," ucap Bahlil.

Ia menegaskan, penggunaan BBM bersubsidi seharusnya dilakukan sesuai peruntukan dan tidak dimanfaatkan oleh masyarakat yang secara ekonomi mampu.

Sebelumnya, pada Kamis (17/9), Bahlil menyatakan persoalan kelangkaan BBM yang sempat terjadi di Makassar mulai terurai. Menurut dia, kondisi pasokan BBM di wilayah tersebut kembali terjaga.

Bahlil menyebut salah satu penyebab antrean panjang adalah pergeseran konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi. Pergeseran tersebut terjadi di tengah kenaikan harga minyak dunia yang berada di atas USD100 per barel.

Kondisi itu, lanjut Bahlil, mendorong sebagian masyarakat yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi beralih mengonsumsi BBM subsidi.

Selain itu, Bahlil menyebut adanya temuan kepolisian mengenai dugaan praktik penggunaan BBM subsidi secara berlebihan yang turut memperpanjang antrean di sejumlah SPBU.

Bahlil mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah mengarahkan agar persoalan tersebut segera ditertibkan. Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan PT Pertamina (Persero) untuk memastikan implementasi kebijakan BBM di lapangan berjalan sesuai ketentuan.(*)

Editor : Cipi Ckandina
imbauan bahlil mobil pemilik kos