Pelatihan Puisi Esai Denny JA Foundation dan UPH Dorong Calon Guru Jadi Penulis

Putut Ariyo • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 20:26 WIB
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Teachers College Universitas Pelita Harapan (UPH) berfoto bersama seusai mengikuti Pelatihan Penulisan Puisi Esai yang digelar Denny JA Foundation.
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Teachers College Universitas Pelita Harapan (UPH) berfoto bersama seusai mengikuti Pelatihan Penulisan Puisi Esai yang digelar Denny JA Foundation.

batampos - Denny JA Foundation bersama mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Teachers College Universitas Pelita Harapan (UPH) menggelar Pelatihan Penulisan Puisi Esai bertema “Dari Calon Guru, Tumbuh Generasi Penulis”. Kegiatan tersebut diikuti 30 mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan menulis sekaligus meningkatkan kepekaan terhadap persoalan kemanusiaan.

Pelatihan yang berlangsung di kampus UPH itu dikoordinasikan Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia Teachers College UPH Pitaya Rahmadi dan Direktur Denny JA Foundation Nita Lusaid yang bertindak sebagai fasilitator.

Adapun narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Dhenok Kristianti, pengajar, penyair, sekaligus penggerak puisi esai, serta Monica JR, Ketua Koordinator Puisi Esai Indonesia. Dhenok juga mendampingi peserta dalam pengembangan karya sebagai mentor dan editor.

Sebelum memperkenalkan teknik penulisan puisi esai, Monica JR membacakan karya Denny JA berjudul “Jangan Bully Aku, Aku Bisa Buat Bom”. Karya tersebut dipilih karena dinilai relevan dengan persoalan perundungan di lingkungan sekolah.

Melalui karya itu, peserta diajak melihat dampak perundungan terhadap anak yang dikucilkan sekaligus pentingnya peran guru dalam membangun lingkungan belajar yang aman dan inklusif.

Penyelenggara berharap pengalaman tersebut dapat mendorong mahasiswa calon guru UPH untuk lebih peka terhadap siswa yang mengalami pengucilan atau menghadapi persoalan yang tidak selalu terlihat di ruang kelas.

Kepekaan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi calon guru untuk mengenali persoalan yang dialami peserta didik, mendengarkan suara anak, serta menciptakan ruang belajar yang membuat setiap siswa merasa diterima.
Peserta Belajar Menulis Puisi Esai Berbasis Riset

Dalam pelatihan tersebut, puisi esai diperkenalkan sebagai genre sastra yang memadukan fakta, imajinasi, dan bahasa puitik. Peserta diajak memahami pengalaman manusia serta mengangkat persoalan sosial melalui karya sastra.

Materi pelatihan mencakup cara menggali ide, melakukan riset sederhana, menentukan tokoh dan konflik, hingga mengolah realitas menjadi narasi puitik.

Peserta juga menjalani praktik menulis dan mendapatkan umpan balik terhadap karya yang dibuat. Dalam proses tersebut, peserta ditekankan untuk memperhatikan akurasi fakta serta tetap menghormati martabat orang yang menjadi subjek tulisan.

Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam penulisan puisi esai karena karya tidak hanya mengandalkan ekspresi puitik, tetapi juga dapat bersinggungan dengan pengalaman nyata dan persoalan sosial.

Program pelatihan tidak berhenti pada kegiatan tatap muka. Pendampingan direncanakan berlanjut melalui Zoom dan grup WhatsApp untuk membantu peserta mengembangkan dan menyempurnakan karya.

Karya peserta yang memenuhi standar kurasi dan penyuntingan direncanakan dihimpun dalam sebuah antologi digital. Kumpulan karya tersebut juga akan diproses untuk memperoleh ISBN.

Melalui program ini, mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Teachers College UPH diharapkan tidak hanya memiliki keterampilan menulis, tetapi juga membawa kecintaan terhadap sastra dan kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan ke ruang kelas. (*)

Editor : Putut Ariyo
Denny JA Foundation Universitas Pelita Harapan puisi esai sastra pendidikan