Paus 3 Ton Terdampar di Abdya, Aceh, Puluhan Nelayan Turun Tangan Menyelamatkan

Antara • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 22:41 WIB
Nelayan berupaya menyelamatkan paus yang di pantai Desa Lama Tuha, Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya, Jumat (25/9/2026). ANTARA/Suprian
Nelayan berupaya menyelamatkan paus yang di pantai Desa Lama Tuha, Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya, Jumat (25/9/2026). ANTARA/Suprian

batampos - Puluhan nelayan bersama warga Gampong Lama Tuha, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh, berusaha menyelamatkan seekor paus yang terdampar di pesisir pantai setempat, Jumat.

Warga bergerak secara spontan setelah melihat kondisi paus yang masih hidup namun mulai melemah. Dengan peralatan seadanya, nelayan dan warga berupaya mendorong mamalia laut tersebut kembali ke laut.

Salah seorang nelayan setempat, Cek Dun, mengatakan warga bersama para nelayan dan pawang laut langsung menuju lokasi setelah mengetahui paus tersebut terdampar.

"Kami bergerak cepat bersama warga dan pawang laut karena tidak tega melihat kondisi paus yang mulai melemah," kata Cek Dun di lokasi kejadian, Jumat.

Paus tersebut diperkirakan memiliki bobot sekitar tiga ton. Besarnya ukuran mamalia laut itu membuat proses evakuasi tidak mudah, terlebih kondisi air laut masih surut.

Warga Siram Tubuh Paus dengan Air Laut

Sambil berupaya mendorong paus ke laut, warga terus menjaga kondisi mamalia tersebut agar tetap bertahan hidup.

Mereka menggunakan ember untuk menyiramkan air laut ke bagian tubuh paus, terutama punggungnya. Langkah itu dilakukan untuk menjaga kulit paus tetap lembap di bawah paparan sinar matahari.

Warga juga sempat menggunakan pengeras suara masjid desa untuk meminta bantuan masyarakat. Tenaga tambahan diperlukan karena ukuran dan berat paus membuat upaya mendorongnya ke laut menjadi sangat sulit.

Para nelayan berharap paus tersebut dapat kembali ke perairan yang lebih dalam setelah kondisi pasang memungkinkan.

Ratusan Warga Datang ke Pantai

Peristiwa tersebut menarik perhatian warga dari luar Kecamatan Kuala Batee. Ratusan masyarakat mendatangi pesisir Lama Tuha untuk melihat langsung paus yang terdampar sekaligus proses penyelamatannya.

Kehadiran warga membuat kawasan pantai dipadati masyarakat yang ingin menyaksikan fenomena langka tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, Muhsin, membenarkan adanya paus terdampar di kawasan tersebut.

Menurut Muhsin, paus itu masih dalam keadaan hidup hingga menjelang waktu salat Jumat.

"Hingga jelang waktu Jumat tadi masih hidup," kata Muhsin.

Paus Belum Dipastikan Berhasil Kembali ke Laut

Muhsin mengatakan warga nelayan masih berupaya mendorong paus tersebut kembali ke laut. Namun, usaha tersebut belum berhasil karena kondisi air laut masih surut.

Selain itu, upaya penyelamatan sempat terhenti ketika memasuki waktu salat Jumat.

"Karena setelah Shalat Jumat anggota tidak balik lagi ke lokasi," ujarnya.

Hingga Jumat siang, BPBK Abdya belum dapat memastikan apakah paus tersebut masih berada di pesisir Lama Tuha atau telah berhasil kembali ke laut lepas.

Jenis paus dan kondisi terakhir mamalia laut tersebut juga masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak terkait. (*)

Editor : Putut Ariyo
Paus Terdampar Aceh Barat Daya Abdya Satwa Laut nelayan