Operations and Maintenance (O&M) Area Manager PLTBg dan PLTS Sei Mangkei, Rein Nasution, mengatakan total listrik yang dihasilkan kedua pembangkit tersebut mencapai sekitar 7,4 megawatt (MW). Kapasitas itu memenuhi sekitar 10 persen dari total kebutuhan listrik kawasan yang mencapai 74 MW.
"Itu (7,4 MW, Red) gabungan dari PLTBg dan PLTS," ujar Rein di KEK Sei Mangkei, baru-baru ini.
PLTBg Sei Mangkei Hasilkan 44 Ribu kWh per Hari dari Limbah Kelapa Sawit
Pemanfaatan limbah cair kelapa sawit menjadi energi membuat gas yang sebelumnya tidak dikelola dapat dimanfaatkan sebagai sumber listrik untuk mendukung kebutuhan energi di KEK Sei Mangkei.
Rein menjelaskan, PLTBg Sei Mangkei memanfaatkan limbah cair kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME) milik PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III) sebagai bahan baku utama untuk menghasilkan biogas.
Setiap hari, PLTBg menggunakan POME hingga 790 meter kubik (m³) yang dapat menghasilkan listrik sekitar 44.000 kilowatt hour (kWh). Listrik yang dihasilkan kemudian disalurkan melalui gardu yang telah tersinkronisasi dengan sistem kelistrikan kawasan.
PLTBg Sei Mangkei memiliki kapasitas pembangkitan sebesar 2,4 MW. Dengan teknologi covered lagoon, POME difermentasi untuk menghasilkan gas metana. Gas tersebut kemudian ditangkap dan dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik.
"Ini dilakukan dalam reaksi biokimia semuanya sampai menghasilkan gas metana. Kita kembangkan bakteri metanogenesis namanya. Itu kita atur suhunya 37 derajat dengan pH 7 supaya bakterinya bisa maksimal beroperasi sehingga menghasilkan gas," jelas Rein.
Kapasitas PLTS Sei Mangkei Diperluas 3 MWp
Sementara itu, PLTS Sei Mangkei yang dibangun sejak 2021 memiliki kapasitas awal sebesar 2 megawatt (MW).
Menurut Rein, kapasitas PLTS tersebut saat ini tengah diperluas melalui pembangunan tahap kedua dengan kapasitas tambahan sebesar 3 megawatt peak (MWp).
"Saat ini lagi proses konstruksi. Rencananya akan beroperasi awal Oktober tahun ini," ujarnya.
Pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) di KEK Sei Mangkei juga akan terus dilakukan. Salah satu rencana berikutnya adalah pengembangan proyek biometanol.
Rein mengatakan, biogas yang tidak seluruhnya dapat dimanfaatkan untuk pembangkitan listrik nantinya berpotensi dikonversi menjadi biometanol.
Pengembangan tersebut diharapkan semakin memperluas pemanfaatan sumber energi terbarukan sekaligus mendukung kebutuhan energi di kawasan industri Sei Mangkei. (*)
Editor : Cipi Ckandina