30 Womenpreneurs dari 14 Provinsi Belajar Kembangkan Bisnis Bersama GROW with RupiahCepat

JawaPos • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 12:00 WIB
Sebanyak 30 Womenpreneurs dari 26 kota/kabupaten di 14 provinsi di Indonesia mengikutiempat sesi pelatihan secara daring, yang terdiri dari dua sesi Business Training dan dua sesi Digital Marketing Training. (Ist).
Sebanyak 30 Womenpreneurs dari 26 kota/kabupaten di 14 provinsi di Indonesia mengikutiempat sesi pelatihan secara daring, yang terdiri dari dua sesi Business Training dan dua sesi Digital Marketing Training. (Ist).

batampos - Sebanyak 30 womenpreneurs dari 26 kota/kabupaten di 14 provinsi di Indonesia memasuki tahap penyusunan proposal bisnis setelah menyelesaikan rangkaian pelatihan dan diskusi dalam program GROW with RupiahCepat Womenpreneurship Business Bootcamp 2026.

Mereka merupakan peserta terpilih dari lebih dari 270 pendaftar yang mengikuti proses seleksi program.

Selama bootcamp, peserta mengikuti empat sesi pelatihan secara daring yang terdiri atas dua sesi Business Training dan dua sesi Digital Marketing Training.

Setelah mengikuti pelatihan, peserta mulai menerapkan pembelajaran dalam pengelolaan usaha masing-masing. Mulai dari memperbaiki laman produk di e-commerce, menyusun business model canvas, merancang strategi pemasaran, hingga mengidentifikasi calon afiliator yang sesuai untuk mendukung pemasaran produk.

Selain pembekalan bisnis dan pemasaran digital, peserta mendapatkan literasi finansial dari RupiahCepat. Materi tersebut mencakup pemahaman mengenai perbedaan layanan pindar legal dan pinjol ilegal serta pentingnya menggunakan layanan keuangan secara sadar dan bertanggung jawab sesuai kebutuhan usaha.

Direktur PT Kredit Utama Fintech Indonesia (RupiahCepat), Anna Maria Chosani, mengatakan program tersebut dirancang untuk membantu perempuan pelaku UMKM memperkuat pemahaman bisnis dan pengelolaan keuangan, sekaligus menerapkan pengetahuan sesuai kondisi usaha masing-masing.

“Kami berharap rangkaian pembekalan dan bimbingan dalam GROW with RupiahCepat Womenpreneurship Business Bootcamp dapat menjadi bekal bagi para Womenpreneurs untuk semakin memahami bisnisnya, melihat peluang pengembangan usaha, serta menerapkan pengetahuan yang diperoleh sesuai dengan kondisi masing-masing usaha. Kami ingin perjalanan ini tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut pada penerapan dan pengembangan usaha,” ujar Anna.

Mentor Business Training, Perry Primanda, yang merupakan entrepreneur dan business mentor di bidang pengembangan bisnis dan branding, mengatakan pemahaman terhadap bisnis perlu dibangun secara menyeluruh agar pelaku usaha dapat menentukan langkah pengembangan sesuai kondisi bisnisnya.

“Melalui rangkaian Business Training, peserta diajak untuk melihat bisnis tidak hanya dari sisi produk dan penjualan, tetapi juga memahami siapa konsumennya, bagaimana membangun brand, serta bagaimana mengelola operasional, keuangan, dan model bisnis,” ujar Perry.

Sementara itu, Mentor Digital Marketing Training, Nugraha Andaf, membekali peserta dengan materi digital marketing fundamentals, creative content, marketplace optimization, affiliate management, serta pemanfaatan TikTok, Shopee, dan Meta Ads.

Menurut Nugraha, pemanfaatan kanal digital perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kapasitas masing-masing usaha.

“Peserta tidak hanya belajar membuat konten, tetapi juga memahami bagaimana mengoptimalkan marketplace, mengembangkan strategi affiliate, serta memanfaatkan digital advertising untuk mendukung pemasaran dan penjualan,” ujar Nugraha.

Pembelajaran tersebut mulai diterapkan peserta dalam pengembangan usaha. Sejumlah peserta memperbaiki tampilan dan informasi produk di e-commerce, menyusun business model canvas untuk memetakan bisnis, merancang kembali aktivitas pemasaran, hingga menyeleksi calon afiliator yang berpotensi membantu memperluas pemasaran produk.

Manfaat program tersebut turut dirasakan Nurafia Muhammad, pemilik usaha Duta Cam Cam Food dari Tidore Kepulauan, Maluku Utara. Ia mengaku mendapatkan perspektif baru dalam melihat dan mengembangkan bisnis setelah memperoleh arahan langsung dari para mentor.

“Setelah mengikuti Bootcamp ini, saya jadi lebih memahami arah bisnis saya. Beberapa pertanyaan yang saya sampaikan langsung kepada mentor membantu saya melihat bisnis dengan alur berpikir yang lebih terarah. Saya juga mulai menerapkan saran dari mentor, seperti menghubungi beberapa content creator yang sesuai dengan niche bisnis untuk diajak bekerja sama dan menggali produk yang benar-benar potensial,” ujar Nurafia.

Ia mengatakan saat ini telah mendapatkan tawaran kerja sama awal dengan salah satu perusahaan di daerahnya untuk menjadi supplier dan masih dalam tahap seleksi.

“Saya ingin mencoba menerapkan semua saran dari mentor dan mengembangkan bisnis saya berdasarkan ilmu yang sudah saya dapatkan selama Bootcamp ini,” katanya.

Setelah menyelesaikan rangkaian pembekalan, para womenpreneurs kini memasuki tahap berikutnya, yakni menyusun proposal pengembangan usaha berdasarkan kondisi, tantangan, dan kebutuhan bisnis masing-masing.

Proposal tersebut akan menjadi salah satu bahan penilaian RupiahCepat dan para mentor untuk melihat rencana pengembangan setiap usaha. Proposal juga menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan peserta yang akan menerima dukungan dana pengembangan usaha.

Sebanyak 7 hingga 10 womenpreneurs nantinya akan mendapatkan dukungan dana pengembangan usaha dengan total nilai Rp30 juta. (*)

Editor : Cipi Ckandina
Womenpreneurs bisnis belajar provinsi