batampos - Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menilai keputusan pemerintah mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan nonsubsidi merupakan langkah penting di tengah gejolak ekonomi global.
Faisal menilai pemerintah perlu mempertahankan harga BBM subsidi karena kenaikan harga berpotensi berdampak besar terhadap daya beli masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah.
"Saya pribadi mendukung upaya dari pemerintah ini untuk memberikan bantuan subsidi upah pada buruh, dan juga ditambah dengan mempertahankan harga minyak, terutama mempertahankan harga BBM yang saya pikir yang paling esensial, yang paling dibutuhkan," ujar Faisal, dikutip Selasa (6/10).
Menurut dia, harga BBM saat ini saja masih menjadi perhatian karena menyangkut keterjangkauan masyarakat, baik untuk BBM subsidi maupun nonsubsidi.
"Paling tidak, menurut dia, harga BBM subsidi yang perlu dipastikan oleh pemerintah untuk tidak naik, karena dampaknya akan besar pada masyarakat kalau dilepas," katanya.
Faisal mengakui kebijakan mempertahankan harga BBM subsidi akan berdampak terhadap beban subsidi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun, kebijakan tersebut dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung aktivitas sektor produksi yang bergantung pada kelompok menengah ke bawah.
"Walaupun hal tersebut berpengaruh terhadap beban subsidi di APBN, tapi ini untuk menolong perekonomian, dan sifatnya ini mendesak serta esensial untuk menjaga daya beli dan juga menjaga performa daripada sektor produksi yang bergantung pada kelas menengah ke bawah," ujarnya.
Harga Pertalite dan Biosolar Tak Naik
Sebelumnya, Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengumumkan harga BBM subsidi dan nonsubsidi per 1 Oktober 2026 tidak mengalami perubahan dibandingkan September 2026.
Untuk BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar, harga mengikuti kebijakan pemerintah dan dipastikan tidak mengalami perubahan hingga akhir 2026.
Sementara itu, penetapan harga BBM nonsubsidi masih mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi masyarakat dan perkembangan harga minyak dunia.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot juga memastikan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak naik meskipun harga minyak dunia menembus USD107 per barel.
Namun, harga BBM nonsubsidi akan mengalami penyesuaian karena mengikuti harga pasar. Penyesuaian tersebut akan mengacu pada rata-rata harga minyak dunia dalam periode satu bulan. (*)
Editor : Cipi Ckandina