PGN Gandeng TTI dan KIS Kembangkan BioCNG dari Limbah Pabrik Kelapa Sawit

JawaPos • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 22:30 WIB
PT Perusahaan Gas Negara (PGN) menggandeng bersama Toyota Tsusho Indonesia (TTI) dan PT KIS Biofuels Indonesia (KIS) mengembangkan fasilitas biomethane berbahan baku limbah pabrik kelapa sawit (BioCNG) di Sumatera Selatan. (dok. PGN)
PT Perusahaan Gas Negara (PGN) menggandeng bersama Toyota Tsusho Indonesia (TTI) dan PT KIS Biofuels Indonesia (KIS) mengembangkan fasilitas biomethane berbahan baku limbah pabrik kelapa sawit (BioCNG) di Sumatera Selatan. (dok. PGN)

batampos - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) menggandeng Toyota Tsusho Indonesia (TTI) dan PT KIS Biofuels Indonesia (KIS) untuk mengembangkan fasilitas biomethane berbahan baku limbah pabrik kelapa sawit atau BioCNG di Sumatera Selatan.

Fasilitas tersebut ditargetkan mampu memproduksi biomethane sekitar 150.000 MMBTU per tahun. Produksi tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung ketersediaan energi domestik sekaligus mendorong dekarbonisasi sektor industri.

Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman mengatakan fasilitas tersebut memanfaatkan limbah organik dari industri kelapa sawit sebagai bahan baku biomethane.

Proyek ini menjadi inisiatif pertama di Indonesia yang memproduksi biomethane di wilayah Sumatera, salah satu kawasan dengan banyak pabrik kelapa sawit.

Pengembangan fasilitas tersebut merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) pengembangan biomethane di Indonesia yang diteken PGN dan TTI pada 2022.

"Bagi PGN, ini adalah langkah penting untuk menghadirkan gas terbarukan dari sumber domestik ke dalam rantai pasok energi nasional. PGN siap mendukung melalui infrastruktur dan kapabilitas niaga yang kami miliki agar biomethane dapat dimanfaatkan oleh sektor industri," ujar Fajriyah dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (6/10).

PGN Jadi Offtaker dan Transporter

Dalam kerja sama tersebut, PGN berperan sebagai offtaker atau pembeli utama biomethane yang diproduksi.

Selain itu, PGN bertindak sebagai transporter. Biomethane yang diproduksi PT KIS Toyota Tsusho Biomethane Indonesia (KTBI), perusahaan patungan KIS dan TTI, akan disalurkan kepada Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan industri lainnya melalui jaringan pipa PGN.

Pemanfaatan biomethane juga dapat menggunakan infrastruktur yang sebelumnya digunakan untuk gas bumi. Dengan demikian, pelanggan dapat beralih ke biomethane dengan kebutuhan modifikasi infrastruktur yang relatif minimal.

Pemanfaatan biomethane diharapkan dapat melengkapi penggunaan gas bumi yang terus meningkat seiring dengan berkembangnya upaya dekarbonisasi sektor industri.

Selain mendukung ketahanan energi domestik, pengolahan limbah pabrik kelapa sawit menjadi biomethane juga memberikan manfaat lingkungan.

Limbah cair pabrik kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME) dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku biomethane. Metana yang sebelumnya berpotensi terlepas ke atmosfer dapat ditangkap dan diolah menjadi energi.

Langkah tersebut diharapkan membantu menurunkan emisi gas rumah kaca sekaligus mendukung target Nationally Determined Contribution (NDC) dan Net Zero Emission 2060.

Proyek ini juga mendorong hilirisasi sektor kelapa sawit dengan mengubah limbah menjadi sumber energi yang memiliki nilai ekonomi.

Fajriyah mengatakan biomethane memiliki peran strategis dalam mendukung swasembada energi sekaligus dekarbonisasi industri.

"Ketika biomethane ini mulai berproduksi, industri seperti TMMIN akan memiliki akses terhadap energi rendah karbon yang mendukung daya saing di tengah tuntutan rantai pasok hijau global. Kami berharap model kolaborasi ini dapat direplikasi di daerah penghasil sawit lainnya," ujarnya. (*)

Editor : Cipi Ckandina
Gandeng TTI BioCNG pgn kisah hidup