batampos - Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Drajad Wibowo mengungkapkan dirinya mendapat sejumlah tugas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 6 persen.
Dalam menjalankan tugas tersebut, Drajad akan fokus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya kelompok kelas menengah bawah atau masyarakat yang berada pada desil rendah.
"Salah satunya adalah tugas saya itu mendorong ekonomi rakyat di desil-desil rendah dan menengah," ujar Drajad kepada awak media di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (7/10).
Menurut Drajad, pengembangan ekonomi masyarakat pada kelompok desil bawah akan menjadi salah satu fokus yang lebih banyak didorong Kemenko Perekonomian. Program tersebut memiliki cakupan penerima yang besar, mencapai puluhan juta masyarakat.
"Nah ini pertumbuhan di desil-desil bawah ini, ini yang akan lebih banyak didorong oleh Kemenko Perekonomian. Dan itu jumlahnya bukan hanya belasan juta, tapi puluhan juta. Nah ini akan lebih banyak didorong," katanya.
Drajad mengatakan berbagai program pemberdayaan masyarakat tersebut sebenarnya telah berjalan. Namun, pemerintah akan memperluas pelaksanaannya agar semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat.
Salah satunya melalui program pembiayaan bagi perempuan pelaku usaha. Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto juga telah memberikan arahan untuk menurunkan bunga kredit Mekaar menjadi 8 persen.
"Kebetulan Presiden juga memberi arahan untuk misalkan untuk kredit bagi ibu-ibu, kredit Mekaar, bunganya diturunkan 8 persen. Nah ini kita suka perluas karena banyak sekali cerita sukses dari ibu-ibu itu di akar rumput. Dan saya bertemu dengan mereka cukup banyak," ujarnya.
Drajad kemudian menceritakan salah satu penerima program pembiayaan yang ditemuinya di Palembang. Perempuan tersebut merupakan istri seorang tukang batu dan pada awalnya memperoleh modal usaha sebesar Rp2 juta.
Modal tersebut digunakan untuk membeli peralatan dan memulai usaha makanan. Setelah mendapatkan pendampingan serta memiliki kemauan untuk terus belajar, usahanya berkembang hingga memiliki tiga gerai ayam geprek.
"Modalnya dipakai untuk beli alat penggorengan, beliau jualan gorengan, kemudian didampingi, diberdayakan, dibantu bagaimana proses produksinya, bagaimana ketika beliau melihat YouTube itu diimplementasikan," kata Drajad.
Kini, perempuan tersebut disebut telah memiliki tiga gerai ayam geprek dan menjadi vendor bagi instansi pemerintah ketika ada kegiatan rapat.
"Anaknya sampai lulus sarjana ekonomi," pungkasnya. (*)
Editor : Cipi Ckandina