batampos – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman mengungkap sejumlah arahan Presiden Prabowo Subianto kepada jajaran TNI-Polri.
Salah satu arahan tersebut berkaitan dengan sistem rekrutmen prajurit TNI dan anggota Polri. Ke depan, aspek intelektual disebut akan mendapat perhatian lebih besar, sehingga peserta yang menggunakan kacamata berpeluang mengikuti seleksi.
Dudung mengatakan perubahan tersebut sejalan dengan kebutuhan TNI dan Polri dalam menghadapi perkembangan ancaman keamanan yang tidak lagi hanya bersifat fisik.
“Sistem rekrutmen (TNI-Polri) ke depan itu adalah tidak serta melihat tentang fisik, tetapi adalah intelektual, jadi kalau misalnya masuk tentara polisi pakai kacamata juga boleh, tapi dia pintar,” ujar Dudung, dikutip Kamis (8/10/2026).
Menurut Dudung, tantangan keamanan ke depan semakin kompleks dan banyak melibatkan teknologi.
Salah satunya adalah perang hibrida yang memanfaatkan berbagai teknologi, termasuk pesawat nirawak atau drone. Karena itu, kemampuan intelektual dinilai menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperkuat dalam proses rekrutmen.
“Karena tantangan ke depan ini kan, perang itu kan, perang hybrid, perang pakai drone, dan sebagainya. Sehingga itu yang menjadi concern dari Bapak Presiden,” katanya.
Profesionalisme TNI-Polri
Selain perubahan pola rekrutmen, Dudung mengatakan Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya meningkatkan profesionalisme prajurit dan anggota Polri.
Peningkatan profesionalisme dilakukan melalui pendidikan dan latihan yang disesuaikan dengan tantangan keamanan yang terus berkembang.
Dudung memastikan jajaran TNI-Polri akan menjalankan arahan yang disampaikan Presiden Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi TNI dan Polri dalam mendukung berbagai program pemerintah.
Menurut Dudung, Presiden mengakui kerja keras TNI-Polri selama pemerintahannya, termasuk dalam mendukung ketahanan pangan, ketahanan energi, serta menjaga situasi keamanan nasional.
“Tadi atas sumbangsih para TNI dan Polisi yang selama ini mendukung program pemerintah baik ketahanan pangan, ketahanan energi termasuk menjaga situasi keamanan saat ini, beliau mengapresiasi,” ujar Dudung. (*)