Pergantian Panglima TNI Jadi Sorotan, Istana: Belum Ada Surpres

JawaPos • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 17:45 WIB
Presiden Prabowo Subianto bersama Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto melakukan pemeriksaan pasukan saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026). (JawaPos)
Presiden Prabowo Subianto bersama Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto melakukan pemeriksaan pasukan saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026). (JawaPos)

batampos - Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto memastikan pemerintah hingga saat ini belum mengirimkan surat presiden (surpres) terkait pergantian Panglima TNI kepada DPR RI.

Pernyataan tersebut sekaligus menepis informasi yang menyebut pemerintah tengah menyiapkan pengajuan calon Panglima TNI.

"Belum, belum ada sampai sekarang," kata Bambang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (8/10).

Bambang juga memastikan belum ada nama calon Panglima TNI yang diserahkan secara resmi kepada DPR. Dengan demikian, proses pergantian Panglima TNI belum memasuki tahapan penyampaian nama calon melalui surpres.

"Kita belum ada mengirim mengirim surpres tentang pergantian Panglima sampai sekarang, belum ada," tegasnya.

Isu pergantian Panglima TNI belakangan menguat. Salah satu nama yang disebut masuk bursa calon adalah Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.

Maruli sebelumnya merespons kabar tersebut dengan menyatakan bahwa seluruh kepala staf angkatan memiliki peluang menjadi calon Panglima TNI.

"Ya enggak apa-apa, kalau calon semua juga calon. Seluruh kepala staf calon," kata Maruli di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/10).

Saat ini, posisi Panglima TNI masih dijabat Jenderal TNI Agus Subiyanto. Sehari sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad juga menyatakan bahwa DPR belum menerima surpres terkait pergantian Panglima TNI.

Isu tersebut turut mencuat setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan perubahan di tubuh Polri. Pada 1 Oktober 2026, Prabowo melantik Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Sementara itu, Listyo Sigit Prabowo kemudian ditempatkan sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP), menggantikan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman.

Meski isu pergantian Panglima TNI terus berkembang, hingga Kamis (8/10) belum ada pengajuan resmi dari pemerintah kepada DPR melalui surpres.(*)

Editor : Cipi Ckandina
Istana Kepresidenan Surpres Pergantian Panglima TNI