Siswa SMP di Mojokerto Mual hingga Diare Usai Santap Menu MBG

JawaPos • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 19:25 WIB
Petugas medis membawa siswa SMPN 1 Mojoanyar yang diduga menjadi korban keracunan MBG ke dalam ruang perawatan Puskesmas Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Rabu (7/10). (Radar Mojokerto).
Petugas medis membawa siswa SMPN 1 Mojoanyar yang diduga menjadi korban keracunan MBG ke dalam ruang perawatan Puskesmas Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Rabu (7/10). (Radar Mojokerto).

batampos - Sebanyak 15 siswa SMPN 1 Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, mengalami mual, muntah, dan diare setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa sate ayam. Mereka sempat dilarikan ke Puskesmas Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, untuk mendapatkan perawatan.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto (JPRM) menyebutkan, MBG tersebut didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jabon, Kecamatan Mojoanyar, kepada sekitar 1.500 siswa SMPN 1 dan SMPN 2 Mojoanyar.

Dari belasan siswa yang mengalami gejala, dua orang masih menjalani perawatan di Puskesmas Gayaman hingga Rabu (7/10). Sementara 13 siswa lainnya telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik.

Secara keseluruhan, jumlah penerima manfaat SPPG Jabon mencapai 2.919 siswa.

Salah satu siswa, Noviana, siswi kelas IX SMPN 1 Mojoanyar, mengaku mulai mengalami mual, muntah, dan diare pada Selasa (6/10) malam. Sehari sebelumnya, ia mengonsumsi menu MBG berupa sate ayam.

"Rasanya mual, muntah sama diare sejak malam Selasa (6/10). Makan MBG sate ayam Selasa (6/10). Baru terasa malam, sekarang masih terasa tidak enak perutnya," ujar Noviana, dilansir Radar Mojokerto (Jawa Pos Group), Kamis (8/10).

Noviana mengatakan, menu tersebut disantap sekitar pukul 13.30 WIB. Ia juga mengaku merasakan perbedaan pada rasa ayam yang dikonsumsinya.

"Rasa ayamnya ada rasa pahit," katanya.

Keluhan serupa disampaikan Chacha Kirana, siswi kelas IX SMPN 1 Mojoanyar. Ia mengaku mengalami perut mulas dan diare sejak Selasa malam.

"Tadi pagi (kemarin, Red) mules, cuma memang sempat makan cireng di kantin tadi (kemarin, Red) pagi. Kalau mual, muntah sama diare sejak malam Selasa (6/10)," jelasnya.

Dinkes Masih Telusuri Penyebab

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto masih melakukan penelusuran untuk memastikan penyebab munculnya keluhan kesehatan tersebut.

Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto Dyan Anggrahini Sulistyowati mengatakan, menu MBG yang didistribusikan sekitar pukul 10.50 WIB dan dikonsumsi sekitar pukul 13.00 WIB itu terdiri dari ayam, bumbu kacang, dan acar. Berdasarkan rentang waktu produksi hingga konsumsi, menurutnya, distribusi makanan tersebut masih dalam batas aman.

Namun, dugaan keracunan makanan belum dapat dipastikan. Dari sekitar 1.500 penerima manfaat, Dinkes Mojokerto mencatat 27 anak mengalami keluhan kesehatan. Sebanyak 15 di antaranya sempat dibawa ke puskesmas.

"Ini dugaan masih butuh bukti apakah itu benar atau tidak. Penerima manfaat ada 1.500. Tadi (kemarin, Red) yang ada keluhan 27 dalam kondisi baik sudah pulang, terus yang 15 tadi sempat dibawa ke puskesmas," kata Dyan.

Dari 15 siswa yang dibawa ke puskesmas, dua di antaranya masih menjalani perawatan. Sementara siswa lainnya telah membaik dan diperbolehkan pulang.

Dyan mengatakan, pihaknya juga mempertimbangkan kemungkinan lain yang dapat menyebabkan gejala tersebut, termasuk alergi terhadap makanan. Karena itu, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya.

"Penerima manfaat ada 1.500. Karena yang terkena adalah 15 anak, ini perlu penelusuran lebih jauh. Bisa jadi yang 27 beban psikologis, maka perlu dibuktikan secara ilmiah. Bisa jadi yang bersangkutan alergi makanan. Karena dari 1.500 itu yang bergejala hanya 15 anak. Ini perlu penelusuran lebih jauh," ujarnya.

Gejala yang dilaporkan meliputi mual, muntah, dan buang air besar (BAB). Dinkes juga telah mengambil sampel muntahan dan sisa makanan untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.

Selain itu, test kit telah dilakukan sesuai arahan Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN). Dinkes Mojokerto masih berkoordinasi dengan BGN dan Dinas Pendidikan untuk menelusuri penyebab keluhan yang dialami para siswa.

"Kami mohon waktu untuk penelusuran lebih lanjut," tukas Dyan. (*)

Editor : Cipi Ckandina
Siswa SMP Mojokerto Mbg diare