Bulog Siapkan 30 Kg Beras per Keluarga, Bantuan Oktober-Desember Tinggal Tunggu Perintah

jpg • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 08:35 WIB
Petugas memeriksa stok beras di Kompleks Pergudangan Bulog Klandasan Ilir, Balikpapan, Kalimantan Timur. FOTO: ANTARA FOTO/Angga Palguna/tom.
Petugas memeriksa stok beras di Kompleks Pergudangan Bulog Klandasan Ilir, Balikpapan, Kalimantan Timur. FOTO: ANTARA FOTO/Angga Palguna/tom.

batampos - Perum Bulog menyiapkan bantuan pangan berupa 30 kilogram (kg) beras untuk setiap keluarga penerima manfaat (KPM) selama periode Oktober-Desember 2026. Penyaluran bantuan tersebut tinggal menunggu surat perintah dari pemerintah.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, beras untuk program bantuan pangan itu telah dikemas dan siap didistribusikan setelah seluruh proses administrasi dan penganggaran selesai.

“Kalau saya secepatnya. Kalau sekarang sudah kami packaging, sudah kami masukkan ke karung-karung kemasan-kemasan berasnya, dan siap untuk disalurkan. Totalnya adalah 996 ribu ton,” kata Rizal saat ditemui di Jakarta, Kamis (8/10).

Pemerintah sebelumnya memutuskan melanjutkan program bantuan pangan beras untuk tiga bulan terakhir 2026. Setiap KPM akan menerima 10 kg beras per bulan yang disalurkan sekaligus, sehingga total bantuan mencapai 30 kg per keluarga.

Program tersebut menyasar 33.244.408 KPM yang masuk kelompok desil 1 hingga 4. Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp17,5 triliun sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi kuartal IV-2026.

Penyaluran Beras Bulog Menunggu Surat Perintah

Rizal menjelaskan, keputusan rapat koordinasi terbatas (rakortas) harus melalui sejumlah tahapan administrasi sebelum penyaluran dapat dimulai.

Setelah keputusan rakortas, dokumen diproses melalui Sekretariat Negara dan Kementerian Keuangan untuk penyelesaian penganggaran. Selanjutnya, surat diteruskan kepada Badan Pangan Nasional (Bapanas), yang akan mengeluarkan perintah penyaluran kepada Bulog.

“Namanya rakortas kan, itu kan baru putusan rakortas. Nah setelah putusan rakortas, itu kan suratnya baru ke Setneg. Dari Setneg, nanti prosesnya ke Kemenkeu, penganggaran,” ujar Rizal.

Setelah anggaran tersedia dan perintah penyaluran diterbitkan, Bulog siap menjalankan distribusi bantuan kepada masyarakat yang terdaftar sebagai penerima.

“Setelah keluar anggaran dari Kemenkeu, suratnya baru ke Bapanas. Bapanas baru perintahkan ke saya. Namun pada prinsipnya, begitu keluar surat perintah, saya lakukan tugas,” lanjutnya.

Pemerintah Targetkan Bantuan Pangan Mulai Oktober

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, pemerintah telah memutuskan agar pelaksanaan bantuan pangan kuartal IV-2026 segera dimulai pada Oktober.

“Saya rasa dari rapat terbatas kemarin sudah diputuskan untuk segera dilakukan eksekusi terkait dengan bantuan pangan, yang saat ini sedang berjalan, ya, saya kira,” kata Hanif di Jakarta, Kamis.

Hanif menegaskan, bantuan tersebut disiapkan untuk 33.244.408 KPM dengan alokasi 10 kg beras per bulan selama Oktober hingga Desember 2026.

Penerima bantuan berasal dari kelompok desil 1 sampai 4, yakni kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan relatif rendah berdasarkan pengelompokan yang digunakan pemerintah.

Penyaluran sekaligus untuk tiga bulan membuat setiap keluarga penerima memperoleh total 30 kg beras. Meski demikian, waktu distribusi kepada masyarakat tetap mengikuti penerbitan perintah resmi pemerintah.

Stok Beras Bulog Capai 4,5 Juta Ton

Di luar program bantuan pangan, pemerintah tetap menjalankan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menjaga keterjangkauan harga beras bagi masyarakat.

Beras SPHP dijual dengan harga Rp12.500 per kg. Pemerintah juga menyiapkan tambahan alokasi sebanyak 1 juta ton hingga Maret 2027.

“Nanti yang untuk ini tambahan sampai di bulan Maret nanti juga sudah disiapkan, jadi saya pikir ini sudah sedang jalan, ya,” kata Hanif.

Sementara itu, Rizal memastikan persediaan beras Bulog mencukupi untuk mendukung penyaluran bantuan pangan sekaligus menjaga pasokan beras nasional.

Saat ini, stok beras Bulog tercatat sekitar 4,5 juta ton. Adapun kebutuhan bantuan untuk 33,2 juta keluarga selama tiga bulan diperkirakan kurang dari 1 juta ton.

Dengan kebutuhan tersebut, Bulog memperkirakan masih memiliki stok lebih dari 3 juta ton setelah seluruh bantuan pangan disalurkan.

“Stok kami di Bulog, ini sekarang ada 4,5 juta ton. Nah, untuk kebutuhan 33,2 juta penerima manfaat untuk selama tiga bulan, itu masih di bawah 1 juta ton. Jadi, kalau pun nanti harus diserahkan yang tiga bulan tersebut, stok kami masih ada 3 juta ton lebih,” kata Rizal.

Ketersediaan stok tersebut menjadi modal bagi Bulog untuk menjalankan dua agenda sekaligus, yakni penyaluran bantuan beras bagi keluarga penerima manfaat dan stabilisasi pasokan serta harga beras di pasar.

(*)

Editor : Putut Ariyo
Bantuan Beras Beras SPHP Bantuan pangan 2026 Ahmad Rizal Ramdhani bulog