batampos – Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur, memasuki tahap akhir dengan progres yang disebut telah mencapai 99 persen. Penyelesaian sejumlah pekerjaan teknis masih diperlukan sebelum kilang siap beroperasi secara optimal.
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan pekerjaan yang tersisa hanya berupa penyelesaian bagian-bagian kecil dari proyek tersebut.
“RDMP keseluruhan sudah 99 persen, sudah selesai. Cuman apa ya, perintil-perintilnya lah, biasalah barang baru kan. Barang baru itu kan ada karet-karetnya, kira-kira begitulah. Tapi insyaallah kita akan selesaikan,” ujar Bahlil dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (25/10).
Ia menjelaskan, pekerjaan yang masih berlangsung mencakup penyesuaian teknis dan commissioning atau pengujian serta pemeriksaan peralatan baru untuk memastikan kesiapan kilang sebelum beroperasi secara optimal.
Meski RDMP Balikpapan belum beroperasi penuh, Bahlil memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) nasional tetap terjaga. Menurut dia, stok BBM tersedia dan memenuhi standar minimum yang ditetapkan.
Ia menyebut stok Pertalite mencukupi untuk kebutuhan selama 16 hingga 18 hari. Sementara itu, stok BBM nonsubsidi dengan RON 92, RON 95, dan RON 98 disebut berada di atas 20 hari.
“Solar pun tidak menemui kendala karena kebutuhan nasional sudah terpenuhi tanpa impor,” ujarnya.
Bahlil juga meminta Pertamina mengoptimalkan distribusi BBM bersubsidi agar penyalurannya tepat sasaran dan dapat dinikmati masyarakat yang berhak. Pengawasan distribusi turut diperkuat bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum, termasuk TNI dan Polri, terutama untuk menindak pelaku penimbunan BBM.
Selain itu, Bahlil mengungkapkan fenomena El Nino menyebabkan pendangkalan Sungai Kapuas di Kalimantan Barat sehingga sempat mengganggu jalur pengiriman BBM.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Pertamina memanfaatkan kapal sebagai tempat penyimpanan terapung (floating storage). BBM kemudian disalurkan ke daerah tujuan melalui jalur darat.
Dalam jangka panjang, RDMP Balikpapan diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM.
Proyek Strategis Nasional tersebut memiliki nilai investasi 7,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp126 triliun. Setelah beroperasi penuh, kilang ini diharapkan mampu memenuhi sekitar 22 hingga 25 persen kebutuhan BBM nasional.(*)
Editor : Cipi Ckandina