Cegah Karhutla Meluas, TNI AU Siapkan Pesawat Bom Air dan Modifikasi Cuaca di Natuna

Ihsan Imaduddin • Dipublikasikan Kamis, 2 April 2026 | 16:30 WIB
DANLANUD RSA, Marsekal Pertama TNI Onesmus bersama Forkopimda melihat helikopter jenis AS350B3e yang disiapkan untuk mengangkut air ke daerah karhutla. F Lanud RSA untuk Batam Pos
DANLANUD RSA, Marsekal Pertama TNI Onesmus bersama Forkopimda melihat helikopter jenis AS350B3e yang disiapkan untuk mengangkut air ke daerah karhutla. F Lanud RSA untuk Batam Pos

Batampos - Cuaca panas ekstrem yang melanda Natuna memicu kekhawatiran meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Karena kondisi ini membuat sejumlah wilayah mengalami kekeringan.

Sebagai langkah antisipasi, Pangkalan TNI AU (Lanud) Raden Sadjad (RSA) Natuna menyiapkan armada udara untuk mendukung penanganan karhutla, termasuk upaya pembuatan hujan buatan.

Komandan Lanud RSA, Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, mengatakan pihaknya telah mengambil langkah cepat dengan mengaktifkan Posko Udara Penanggulangan Karhutla.

“Posko Udara Penanggulangan Karhutla Lanud RSA mulai kami aktifkan sejak 30 Maret 2026 sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran akibat musim kemarau,” ujar Onesmus, Rabu, (1/4/2026).

Baca Juga: Satu Minggu Tutup Karena Stok BBM Habis, Tiga Hari Lagi SPBU di Lingga Kembali Beroperasi

Ia menjelaskan, keterlibatan Lanud RSA merupakan bagian dari dukungan TNI AU dalam membantu pemerintah daerah mengatasi dampak kemarau ekstrem yang sedang berlangsung.

Selain itu, Lanud RSA juga telah menyiapkan sejumlah armada udara untuk mendukung operasi di lapangan.

Salah satu armada yang disiapkan adalah helikopter jenis AS350B3e yang telah tiba di Natuna dan siap digunakan untuk operasi pemadaman melalui metode bom air.

Helikopter tersebut dilengkapi dengan bucket air berkapasitas 1.000 liter yang dapat digunakan untuk menjangkau titik-titik api di wilayah sulit dijangkau darat.

Tidak hanya itu, Lanud RSA juga menyiapkan pesawat jenis OMC Thrush S2R-T34 untuk mendukung operasi modifikasi cuaca. Pesawat tersebut memiliki kapasitas hingga 1,3 ton bahan semai yang digunakan dalam upaya pembuatan hujan buatan.

Upaya ini dinilai penting mengingat dalam kurun waktu dua hari terakhir, kebakaran lahan di Natuna telah menghanguskan area seluas sekitar 150 hektare.

Kondisi tersebut menjadi peringatan serius bagi semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla yang lebih luas.

Onesmus menegaskan bahwa kesiapan armada dan personel menjadi prioritas utama dalam menghadapi situasi ini.

“Kami menyiapkan helikopter untuk operasi bom air dan pesawat OMC untuk modifikasi cuaca agar penanganan karhutla bisa dilakukan secara cepat dan efektif,” tegasnya.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, serta instansi terkait menjadi kunci dalam mengendalikan karhutla di wilayah Natuna selama musim kemarau berlangsung. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
Modifikasi Cuaca TNI AU di Natuna Karhutla Natuna