batampos – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, meresmikan Jembatan Semala di Desa Kelarik, Kecamatan Bunguran Utara, Kabupaten Natuna. Infrastruktur ini menjadi penghubung strategis antara wilayah Batubi dan Kelarik yang sebelumnya sulit dijangkau.
Sebelum jembatan dibangun, masyarakat harus menempuh perjalanan memutar dengan jarak lebih jauh dan waktu tempuh lebih lama. Kondisi tersebut turut menghambat mobilitas warga serta distribusi barang.
Kini, kehadiran Jembatan Semala membuat akses antarwilayah menjadi lebih cepat dan efisien.
Baca Juga: ASN Ditjenpas Kepri Jadi Tersangka Narkoba, Terancam 20 Tahun Penjara
“Pembangunan jembatan bukan sekadar proyek fisik, tetapi simbol kehadiran pemerintah dalam membuka akses dan menyatukan wilayah,” ujar Ansar, Jumat (3/4).
Jembatan tersebut dibangun dengan anggaran sekitar Rp12,5 miliar menggunakan tipe AG 30 Composite Girder Bridge dengan panjang sekitar 30 meter.
Ansar menegaskan, pembangunan infrastruktur seperti jembatan memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia berharap kehadiran Jembatan Semala dapat memicu tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
“Dengan akses yang semakin baik, daya saing daerah akan meningkat, termasuk sektor pariwisata dan investasi,” katanya.
Data pemerintah provinsi mencatat, saat ini terdapat 154 jembatan di Kepulauan Riau dengan total panjang mencapai 4.001,85 meter. Sementara di Natuna terdapat 35 jembatan dengan panjang sekitar 537 meter.
Baca Juga: Mengenal Jong, Warisan Budaya Pesisir Kepulauan Riau
Ansar menambahkan, infrastruktur merupakan urat nadi pembangunan daerah. Tanpa akses yang memadai, potensi ekonomi sulit berkembang secara optimal.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
“Anggap jembatan ini sebagai milik bersama yang harus dijaga,” pesannya.
Peresmian Jembatan Semala diharapkan menjadi momentum percepatan pembangunan di Natuna sebagai wilayah perbatasan strategis di Kepulauan Riau. (*)
Editor : M Tahang