Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

SAR Natuna Imbau Warga Bawa Peluit dan Senter Saat ke Laut atau Hutan

Antara • Minggu, 24 Mei 2026 | 19:19 WIB
alat kecil, manfaat besar
alat kecil, manfaat besar

batampos – Kantor SAR Natuna, Kepulauan Riau, mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di laut maupun kawasan hutan agar selalu membawa perlengkapan sederhana seperti peluit, senter, dan cermin. Peralatan tersebut dinilai penting untuk menunjang keselamatan saat terjadi kondisi darurat.

Kepala SAR Natuna, Abdul Rahman, mengatakan kondisi alam di wilayah Natuna dapat berubah sewaktu-waktu. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kesiapan sebelum melakukan aktivitas luar ruangan, terutama di laut dan kawasan hutan.

Menurutnya, benda-benda sederhana tersebut memiliki fungsi penting dalam membantu proses pencarian dan penyelamatan ketika seseorang mengalami musibah atau tersesat.

“Peluit, senter, dan cermin dapat menjadi alat komunikasi darurat ketika seseorang mengalami musibah atau tersesat,” ujar Abdul Rahman saat dikonfirmasi dari Natuna, Ahad.

Ia menjelaskan, dalam situasi darurat, sinyal bahaya dapat disampaikan melalui bunyi maupun cahaya agar tim penyelamat lebih mudah menemukan lokasi korban. Selain itu, isyarat tersebut juga menjadi penanda bahwa seseorang sedang membutuhkan pertolongan.

Baca Juga: Didik Apriyanto Kembali Pimpin Perbasi Bintan

Penggunaan kode darurat dengan alat sederhana itu dinilai lebih efektif karena bersifat universal dan dapat dipahami siapa saja tanpa bergantung pada bahasa maupun jaringan komunikasi.

Peluit, misalnya, digunakan sebagai kode suara dengan pola tiga kali tiupan pendek, tiga kali tiupan panjang, lalu diakhiri tiga kali tiupan pendek lagi.

Melalui pola tersebut, tim penyelamat atau orang di sekitar dapat mengetahui adanya permintaan pertolongan dari seseorang yang berada dalam kondisi darurat.

Sementara itu, senter dan cermin dimanfaatkan sebagai sinyal cahaya. Senter dapat digunakan pada malam hari atau saat cuaca berkabut, sedangkan cermin dipakai untuk memantulkan cahaya matahari, bulan, atau sumber cahaya lain ke arah sekitar maupun udara sebagai penanda lokasi.

Pola isyarat cahaya yang digunakan juga serupa, yakni tiga kali kedipan pendek, tiga kali panjang, kemudian kembali tiga kali pendek.

“Jika hanya menggunakan suara dengan berteriak meminta tolong, itu tidak terlalu efektif karena biasanya hanya terdengar sekitar 50 meter dan bisa tertutup suara ombak laut maupun angin. Selain itu penggunaan alat seperti peluit juga tidak membutuhkan banyak tenaga,” katanya.

Selain membawa perlengkapan sederhana tersebut, masyarakat juga diimbau menyiapkan alat keselamatan lain seperti pelampung dan radio komunikasi saat melaut.

Baca Juga: 4 Bulan 32 Kasus Kekerasan Anak di Tanjungpinang

Abdul Rahman juga mengingatkan pentingnya memberi tahu keluarga atau kerabat mengenai rencana perjalanan sebelum berangkat, baik saat pergi melaut maupun masuk ke kawasan hutan.

Informasi tersebut nantinya dapat menjadi petunjuk awal bagi tim SAR untuk mengetahui lokasi terakhir korban dan menentukan area pencarian.

“Pastikan peralatan dalam kondisi baik dan hindari beraktivitas seorang diri. Kesiapan sebelum berangkat sangat penting untuk mengurangi risiko saat terjadi keadaan darurat,” ujarnya.

Editor : Putut Ariyo
#SAR Natuna #keselamatan laut #peluit darurat #aktivitas hutan #kepri