batampos – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna menyalurkan bantuan beras kepada puluhan keluarga rawan pangan sebagai upaya membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat sekaligus mengurangi beban pengeluaran rumah tangga di tengah meningkatnya kebutuhan hidup.
Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada 58 keluarga penerima manfaat yang sebelumnya tercatat belum menerima bantuan dari total 78 keluarga sasaran. Penyaluran dipusatkan di Kantor Kecamatan Bunguran Utara, Sabtu (7/6/2026).
Bupati Natuna, Cen Sui Lan, mengatakan seluruh penerima bantuan merupakan keluarga dengan tingkat kesejahteraan rendah yang telah terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Menurutnya, bantuan diprioritaskan bagi masyarakat yang masuk kategori Desil 1 dan Desil 2 dalam DTSEN, yakni kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi paling rentan dan membutuhkan dukungan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
“Bantuan ini untuk masyarakat Desil 1 dan 2 menurut DTSEN,” ujar Cen Sui Lan.
Ia menjelaskan, bantuan pangan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengurangi beban pengeluaran rumah tangga sehingga anggaran keluarga dapat dialihkan untuk kebutuhan penting lainnya seperti pendidikan, kesehatan, maupun kebutuhan dasar lainnya.
Dalam penyaluran kali ini, setiap keluarga penerima manfaat memperoleh 10 kilogram beras kualitas medium yang berasal dari Cadangan Beras Pemerintah Daerah (CBPD).
“Beras ini bantuan pemerintah daerah untuk bapak dan ibu, semoga bermanfaat,” katanya.
Cen Sui Lan menegaskan bahwa upaya meringankan beban masyarakat tidak hanya dilakukan oleh Pemkab Natuna, tetapi juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat melalui berbagai program perlindungan sosial dan bantuan pangan.
Salah satu bentuk dukungan tersebut berasal dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang sebelumnya juga telah menyalurkan bantuan beras dan minyak goreng kepada masyarakat yang membutuhkan di Natuna.
“Dari pemerintah pusat, selain dapat beras, juga ada minyak goreng, dan beberapa waktu lalu juga sudah diserahkan,” ujarnya.
Pemkab Natuna berharap bantuan pangan tersebut dapat memperkuat ketahanan pangan keluarga penerima manfaat sekaligus membantu menjaga daya beli masyarakat, terutama bagi kelompok rentan yang terdampak kenaikan biaya kebutuhan hidup.
Selain itu, pemerintah daerah terus melakukan pendataan dan pemutakhiran data sosial ekonomi masyarakat agar program bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan dapat menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, diharapkan upaya pengentasan kerawanan pangan di Natuna dapat berjalan lebih efektif serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (*)
Editor : Putut Ariyo