batampos – Program Sekolah Rakyat yang akan dibangun di Kabupaten Natuna dipastikan diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial.
Wakil Bupati Natuna, Jarmin, mengatakan program tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, seluruh kebutuhan peserta didik akan ditanggung oleh pemerintah, mulai dari biaya pendidikan, tempat tinggal, hingga kebutuhan makan dan minum selama menempuh pendidikan.
“Semuanya ditanggung oleh pemerintah. Program Bapak Presiden ini sangat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” kata Jarmin, Senin (15/6/2026).
Baca Juga: Indonesia dan Qatar Perkuat Kerjasama Lewat Konsultasi Politik
Ia menjelaskan Sekolah Rakyat menggunakan sistem pendidikan berasrama. Dengan konsep tersebut, siswa akan tinggal di lingkungan sekolah bersama tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang bertugas mendampingi proses pembelajaran sehari-hari.
Program ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih terarah sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan karakter peserta didik.
Selain memberikan manfaat di bidang pendidikan, pembangunan Sekolah Rakyat juga diperkirakan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat Natuna.
Jarmin menilai proyek pembangunan sekolah akan membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal selama proses konstruksi berlangsung serta mendorong aktivitas ekonomi di sekitar kawasan pembangunan.
“Program ini tidak hanya memberikan manfaat pendidikan jangka panjang, tetapi juga menghadirkan dampak ekonomi bagi masyarakat selama proses pembangunan berjalan,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Natuna mencatat Program Sekolah Rakyat telah mulai berjalan sejak 2025 dengan memanfaatkan Asrama Haji Kabupaten Natuna sebagai lokasi sementara kegiatan belajar mengajar.
Ke depan, keberadaan kampus permanen Sekolah Rakyat di Natuna diharapkan semakin memperkuat pemerataan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di wilayah perbatasan Indonesia. (*)
Editor : Putut Ariyo