Batampos - Koordinator Wilayah BGN Program MBG Kabupaten Natuna, Luthfiah Widhi Febiana, mengatakan, kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Natuna khususnya untuk pengawas gizi.
Saat ini, SDM BGN di Natuna berjumlah 14 orang yang mana adalah selaku Kepala SPPG, Koordinator Wilayah Natuna serta Koordinator Regional Kepri. "Memang cukup sulit untuk mendapatkan pengawas gizi, terutama pada daerah terpencil di Natuna. ," ujar Lutfiah di Ranai, Jumat (26/6/2026).
Sementara itu, Balai POM Natuna sama dengan Balai POM di Batam dan belum pernah secara langsung mengawasi di Natuna, namun setiap SPPG bertanggungjawab dalam hal mengawasi mutu makanan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan.
Baca Juga: Balenciaga Hadirkan Spring Coolers Dispenser, Perpaduan Dispenser Air dan Seni Kontemporer
Pentingnya pengawas gizi pada tiap SPPG sebagai pengawas ketika proses produksi hingga distribusi dan dengan adanya pengawas gizi dapat membantu dalam menentukan takaran gramasi serta Angka Kecukupan Gizi (AKG) dalam proses pemorsiannya.
Selain pengawas gizi, rencana perluasan kelompok penerima pada daerah terpencil, untuk saat ini penerima manfaat di Natuna meliputi siswa sekolah, balita, ibu hamil, ibu menyusui dan guru yang ada di setiap sekolah.
"Terkait rincian jumlah masing masing penerima untuk saat ini yang sudah terlayani yaitu, ibu hamil berjumlah 349 orang, ibu menyusui berjumlah 740 orang dan balita berjumlah 2.962 orang." ucapnya.
Baca Juga: Bea Cukai Batam Ajak Media Perkuat Sinergi Kawal Penerimaan Negara Lewat Operasi ASAP
Kemudian siswa sekolah berjumlah 14.929 orang dan guru berjumlah 2.400 orang. Namun angka diatas dapat berubah naik dan turun menyesuaikan dengan jumlah penerima manfaat pada posyandu.
Sejauh ini, angka persentase jangkauan penerima manfaat MBG di Kabupaten Natuna belum bisa kami berikan dikarenakan masih dilakukan pendataan pada wilayah terpencil. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak