Batampos - Pemerintah Kabupaten Natuna terus memperkuat upaya percepatan eliminasi tuberkulosis (TB) dengan mengoptimalkan peran kader kesehatan dan meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan. Langkah ini menjadi bagian dari target nasional untuk mewujudkan Indonesia bebas TB pada 2030.
Technical Officer (TO) Tuberkulosis Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Doddy Satrianto, mengatakan keberhasilan pengendalian TB sangat bergantung pada kepatuhan pasien mengonsumsi obat hingga tuntas sesuai regimen pengobatan.
Menurutnya, tuberkulosis merupakan penyakit menular yang menyebar melalui percikan dahak (droplet) saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Jika tidak diobati secara lengkap, penyakit ini berpotensi menimbulkan komplikasi serius hingga menyebabkan kematian.
Baca Juga: Rekomendasi 5 Portuguese Egg Tart Terenak di Batam yang Wajib Dicoba
“Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna hingga Juni 2026, saat ini terdapat 60 pasien TB yang sedang menjalani pengobatan,” ujar Doddy di Ranai, Jumat (10/7/2026).
Ia menjelaskan, pengobatan TB berlangsung selama enam bulan dan pasien wajib mengonsumsi obat setiap hari tanpa terputus. Karena itu, dukungan keluarga dinilai sangat penting agar pasien tetap disiplin menjalani terapi hingga dinyatakan sembuh.
“Obat harus diminum setiap hari. Selain itu, pasien juga perlu menjaga lingkungan tetap bersih dan menerapkan pola hidup sehat,” katanya.
Baca Juga: Pemerintah-DPR Didorong Susun UU Pelarangan LGBT
Doddy juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat melalui kader TB yang bertugas di setiap puskesmas. Menurutnya, kader memiliki peran strategis dalam memberikan penyuluhan, mendampingi pasien selama masa pengobatan, sekaligus melakukan penemuan kasus secara aktif di lingkungan masyarakat.
“Pengelola program TB di puskesmas bersama kader dapat memberikan pendampingan kepada pasien hingga sembuh sekaligus mendeteksi kasus baru secara aktif,” ujarnya.
Ia berharap pelatihan bagi kader TB terus dilakukan secara berkelanjutan agar kapasitas mereka semakin meningkat dalam memberikan edukasi, pendampingan, dan pelayanan kepada masyarakat.
“Indonesia menargetkan eliminasi tuberkulosis pada 2030. Kami berharap Kabupaten Natuna juga mampu mencapai target tersebut,” tutup Doddy.
Melalui penguatan program bebas TB, Pemerintahab Natuna berkomitmen meningkatkan deteksi dini, memperluas pendampingan pasien, serta memutus rantai penularan penyakit dengan melibatkan tenaga kesehatan, kader, keluarga, dan masyarakat secara aktif. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak