batampos - Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Natuna terus memperkuat layanan pendidikan inklusif bagi anak-anak penyandang disabilitas. Namun, di tengah meningkatnya jumlah peserta didik, sekolah masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan tenaga pendidik yang memiliki latar belakang Pendidikan Luar Biasa (PLB).
Kepala SLB Negeri Natuna, Raja Ipulidarni, mengatakan sekolah tidak hanya berfokus pada proses belajar mengajar, tetapi juga membekali peserta didik dengan keterampilan hidup agar mampu mandiri dan siap memasuki dunia kerja.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan inklusif juga bergantung pada terciptanya lingkungan kerja yang mendukung seluruh tenaga pendidik, termasuk guru penyandang disabilitas, sehingga dapat menjalankan tugas secara optimal.
"Saat ini terdapat 77 siswa yang bersekolah di SLB Negeri Natuna dan jumlahnya diperkirakan akan terus bertambah pada tahun ajaran 2027," kata Raja Ipulidarni di Ranai, Selasa (28/7).
Peningkatan jumlah siswa tersebut, lanjutnya, menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan pendidikan yang diberikan SLB Negeri Natuna.
Meski demikian, sekolah masih menghadapi kendala serius dalam pemenuhan tenaga pendidik yang memiliki kompetensi khusus di bidang pendidikan luar biasa.
Baca Juga: Kenduri Durian Bintan 2026 Disorot
"Dari 19 guru yang mengajar, hanya tiga orang yang memiliki latar belakang Pendidikan Luar Biasa," ujarnya.
Kondisi tersebut membuat sekolah berharap adanya dukungan pemerintah, baik melalui penambahan guru PLB maupun peningkatan kapasitas guru yang sudah ada melalui pelatihan dan pembekalan secara berkelanjutan.
Menurut Raja, pelatihan bagi guru non-PLB sangat penting agar mereka mampu memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik penyandang disabilitas.
"Guru yang mengajar anak berkebutuhan khusus memerlukan pengetahuan dan keterampilan khusus. Tanpa pelatihan yang memadai, tantangan dalam menciptakan pembelajaran yang inklusif akan semakin besar," katanya.
Ia menambahkan, pendidikan inklusif bukan hanya bertujuan memenuhi kebutuhan belajar peserta didik penyandang disabilitas, tetapi juga menciptakan lingkungan yang menghargai kesetaraan, keberagaman, serta mendorong seluruh siswa berkembang sesuai potensinya.
Baca Juga: Hasil IDSD 2025 Jadi Alarm bagi Batam, Amsakar Siapkan Evaluasi
SLB Negeri Natuna sendiri merupakan lembaga pendidikan khusus yang dibangun Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Pendidikan Kepri. Sekolah mulai dibangun pada 2017 dan resmi beroperasi pada 2018 untuk memperluas akses pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di wilayah Natuna.
Peserta didik yang menempuh pendidikan di sekolah ini berasal dari berbagai daerah di Pulau Bunguran Besar, seperti Ranai, Batubi Jaya, Kelarik, Cemaga, hingga Tanjung. Kehadiran sekolah ini menjadi solusi bagi keluarga yang selama ini kesulitan mengakses layanan pendidikan khusus.
Raja berharap dukungan pemerintah dan berbagai pihak terus diperkuat agar SLB Negeri Natuna dapat berkembang menjadi pusat pendidikan inklusif yang mampu menghasilkan lulusan mandiri, terampil, dan siap berkontribusi di tengah masyarakat.
Selain peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan fasilitas dan sarana pendukung juga dinilai penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan efektif bagi peserta didik berkebutuhan khusus. (*)
Editor : Putut Ariyo