batampos - Dapur program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, menghentikan sementara operasionalnya akibat konflik internal pengelolaan.
Koordinator Wilayah BGN Program MBG Kabupaten Natuna, Luthfiah Widhi Febiana, mengatakan pihaknya sedang menunggu arahan dari pimpinan pusat. Arahan tersebut akan menjadi panduan untuk mengambil langkah selanjutnya.
"Sejauh ini belum ada aktivitas apapun di SPPG Sedanau dikarenakan tutup oleh pihak mitra dan terkait hal ini kami masih menunggu arahan dari pimpinan pusat," ucap, Luthfiah Widhi Febiana di Ranai, Rabu (5/8/2026).
Luthfiah, menyebut data terakhir diketahui ada sebanyak 2.003 penerima manfaat sebelum ditutup sepihak oleh mitra. SPPG Sedanau terakhir operasional pada bulan Maret tahun 2026.
Baca Juga: Polisi Temukan 3 Kg Sabu di Ruko Tanjungpinang, 2 Pelaku Ditangkap
Saat ini, penerima manfaat Program MBG di Natuna meliputi siswa sekolah, balita, ibu hamil, ibu menyusui, serta guru.
Diketahui sebelumnya, data BGN Program MBG Kabupaten Natuna pada tanggal 26 Juni 2026, penerima manfaat yang telah terlayani terdiri dari 349 ibu hamil, 740 ibu menyusui, 2.962 balita, 14.929 siswa sekolah, dan 2.400 guru di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.
Menurutnya, jumlah tersebut masih bersifat dinamis karena akan terus disesuaikan dengan perkembangan data penerima manfaat di posyandu maupun hasil pendataan di daerah terpencil.
Luthfiah, mengatakan saat ini baru 11 SPPG yang aktif beroperasi dan mendistribusikan makanan bergizi kepada penerima manfaat.
Program Makanan Bergizi Gratis ini merupakan salah satu inisiatif penting untuk mendukung masyarakat dengan memberikan akses makanan bergizi, dan diharapkan ada solusi agar dapur ini dapat beroperasi kembali untuk melayani masyarakat di Sedanau. (*)
Editor : Yofi Yuhendri