batampos – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), memeriksa kualitas beras yang akan disalurkan sebagai bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan beras yang diterima masyarakat dalam kondisi aman dan layak dikonsumsi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna Wan Syazali mengatakan pemeriksaan dilakukan di Gudang Perum Bulog Sedanau, Selasa.
Menurut dia, pemeriksaan awal dilakukan terhadap sampel dari total 73 ton beras yang tersedia di gudang dan akan disalurkan kepada penerima bantuan pangan (PBP).
"Sebelum diserahkan kepada PBP, kami melakukan pemeriksaan mutu beras untuk memastikan bantuan yang diberikan aman dan layak dikonsumsi," kata Wan Syazali.
Dalam program tersebut, Bapanas menugaskan Perum Bulog Natuna untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang telah ditetapkan sebagai penerima.
9.054 Keluarga Terima Bantuan
DKPP Natuna mencatat sebanyak 9.054 keluarga menjadi penerima bantuan pangan pada penyaluran kali ini.
Baca Juga: Hari Ini, Air Batam Hilir Flushing Jaringan Air, Sejumlah Wilayah Terdampak
Bantuan diberikan untuk alokasi tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September. Setiap keluarga penerima bantuan memperoleh 10 kilogram beras per bulan.
Dengan demikian, masing-masing penerima akan mendapatkan total 30 kilogram beras untuk periode tiga bulan.
"Jadi masing-masing PBP akan menerima 30 kilogram, karena alokasi yang diberikan untuk periode tiga bulan," ujar Wan Syazali.
Beras Dinyatakan Layak Dikonsumsi
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKPP Natuna Akmal Dusty mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan beras bantuan pangan tersebut dalam kondisi layak dikonsumsi.
Pemeriksaan dilakukan secara visual dan organoleptik atau pemeriksaan fisik sederhana. Petugas mengecek aroma, warna, kondisi beras, serta kemungkinan adanya hama dan benda asing.
"Dari hasil pemeriksaan, beras tidak berbau apek atau asam, berwarna putih normal dan tidak kusam, serta tidak terasa lembap," kata Akmal.
Petugas juga tidak menemukan serangga hidup, seperti kutu beras, maupun benda asing yang berpotensi memengaruhi kualitas dan kelayakan beras untuk dikonsumsi.
Sampel Beras Diuji Setelah Dimasak
Untuk memastikan kualitas beras setelah dimasak, petugas turut melakukan uji tanak.
Sejumlah sampel beras dimasak di Kantor Gudang Bulog Sedanau. Hasil pengujian menunjukkan nasi berwarna putih bersih dengan tekstur pulen sedang atau tidak terlalu pulen.
Pemeriksaan tersebut dilakukan terhadap enam karung sampel yang diambil dari beberapa posisi tumpukan beras di gudang. (*)
Editor : Putut Ariyo