Bulog Natuna Prioritaskan Penyaluran Bantuan Beras ke Pulau Terdepan

Antara • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:31 WIB
Pemimpin Perum Bulog Cabang Kabupaten Natuna Pencius Siburian (kacamata hitam) saat berada di Gudang Sedanau bersama tim pemeriksa mutu beras bantuan pada Selasa (11/8/2026). ANTARA/HO-Perum Bulog Natuna
Pemimpin Perum Bulog Cabang Kabupaten Natuna Pencius Siburian (kacamata hitam) saat berada di Gudang Sedanau bersama tim pemeriksa mutu beras bantuan pada Selasa (11/8/2026). ANTARA/HO-Perum Bulog Natuna

batampos – Perum Bulog Cabang Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, memprioritaskan penyaluran bantuan pangan berupa beras kepada masyarakat di pulau-pulau terdepan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan pemerintah dapat menjangkau masyarakat di wilayah yang memiliki akses sulit dan sangat bergantung pada kondisi cuaca.

Pemimpin Perum Bulog Cabang Natuna Pencius Siburian mengatakan pihaknya kembali mendapat tugas dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk menyalurkan bantuan beras kepada masyarakat penerima bantuan pangan (PBP) di Kabupaten Natuna.

Bantuan tersebut akan disalurkan untuk periode Juli, Agustus, dan September 2026, dengan jumlah penerima sebanyak 9.054 PBP.

Menurut Pencius, wilayah pulau-pulau terdepan menjadi prioritas karena kondisi geografis Natuna membuat distribusi antarpulau sangat dipengaruhi cuaca dan kondisi laut.

"Untuk penyaluran, rencana kami akan melaksanakan untuk pulau-pulau terdepan terlebih dahulu. Direncanakan dalam bulan ini, tergantung kesiapan dari desanya," kata Pencius di Natuna, Rabu (12/8/2026).

Saat ini, sebanyak 73.210 kilogram atau sekitar 73,2 ton beras telah disiapkan dan dikemas dalam ukuran 10 kilogram untuk kebutuhan penyaluran bantuan.

Setiap penerima bantuan pangan akan memperoleh 10 kilogram beras per bulan. Dengan alokasi selama tiga bulan, masing-masing penerima akan menerima total 30 kilogram beras.

Kualitas Beras Dipastikan Layak Konsumsi

Pencius memastikan beras yang akan disalurkan kepada masyarakat berada dalam kondisi aman dan layak konsumsi.

Sebelum didistribusikan, kualitas beras telah diperiksa oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna. Pemeriksaan meliputi kualitas beras dan uji tanak.

Pengujian dilakukan secara sampling dengan mengambil 10 karung beras. Dari karung tersebut kemudian diambil sampel untuk dilakukan pemeriksaan dan analisis.

"Untuk hasil pengujian aman dan layak konsumsi," ujar Pencius.

Beras nantinya dibagikan langsung kepada masing-masing penerima melalui petugas pembagi dan koordinator di setiap titik distribusi yang telah ditentukan di desa maupun kelurahan.

Bulog Natuna memastikan penyaluran dilakukan secara bertahap dengan mendahulukan wilayah terdepan agar masyarakat di daerah yang sulit dijangkau tetap memperoleh bantuan sesuai alokasi. (*)

Editor : Jamil Qasim
Bulog Natuna Pulau Terdepan