batampos — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan menyusul menurunnya kualitas udara akibat kabut asap.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Natuna Raja Darmika mengatakan ibu kota Kabupaten Natuna saat ini diselimuti kabut asap. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah setempat.
"Untuk kondisi kualitas udara berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan sudah masuk kategori waspada. Masyarakat kami imbau menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan," kata Raja saat dikonfirmasi dari Natuna, Jumat (21/8).
Menurut dia, kabut asap juga berdampak ke sejumlah wilayah lain, seperti Pulau Bunguran, Kecamatan Serasan, dan Subi. Kondisi tersebut terus dipantau BPBD bersama instansi terkait.
Raja mengatakan koordinasi antarinstansi diperlukan untuk menyatukan langkah dan memperkuat kesiapan dalam menangani kondisi yang membutuhkan penanganan bersama.
"BPBD terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk menangani dampak kabut asap, termasuk bersama Dinas Kesehatan dalam upaya pembagian masker kepada masyarakat," ujarnya.
Ia menjelaskan, sejak pekan pertama Agustus, Kabupaten Natuna telah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan dan karhutla.
Kondisi tersebut dipicu kemarau yang menyebabkan wilayah perbatasan itu jarang diguyur hujan. Akibatnya, vegetasi mengering dan meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
"Kami mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kondisi udara serta segera melaporkan apabila menemukan kejadian kebakaran hutan dan lahan agar dapat dilakukan penanganan lebih cepat," kata Raja. (*)
Editor : Jamil Qasim