batampos – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Kepulauan Riau, membagikan ribuan masker kepada masyarakat sebagai upaya mengantisipasi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.
Bupati Natuna Cen Sui Lan mengatakan pembagian masker telah dilakukan sejak beberapa hari lalu dan masih terus berlanjut hingga saat ini.
Menurutnya, kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Natuna diduga berasal dari karhutla yang terjadi di Pulau Kalimantan.
“Saya sudah perintahkan Dinas Kesehatan untuk memberikan masker kepada warga,” kata Cen Sui Lan di Natuna, Senin (24/8).
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Natuna Hikmat Aliansyah mengatakan penyaluran masker dilakukan melalui pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di masing-masing wilayah.
Dinkes Natuna mencatat kualitas udara di sejumlah kecamatan, di antaranya Bunguran Timur, Bunguran Timur Laut, Bunguran Tengah, Serasan dan Serasan Timur, berada pada kategori tidak sehat dengan indeks di atas 90.
Karena itu, penggunaan masker dinilai penting, terutama bagi kelompok masyarakat yang rentan terhadap dampak paparan asap.
“Masker diberikan untuk masyarakat rentan seperti anak, lansia dan kelompok penyakit tertentu,” ujar Hikmat.
Meski kualitas udara di sejumlah wilayah menurun, Hikmat mengatakan masyarakat umum masih dapat melakukan aktivitas seperti biasa. Namun, warga disarankan mengurangi kegiatan di luar ruangan yang membutuhkan tenaga berat atau dilakukan dalam waktu lama.
Bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker dianjurkan untuk membantu mengurangi paparan partikel polutan dari kabut asap.
“Masker akan terus diberikan apabila diperlukan. Penyaluran akan dilakukan melalui puskesmas,” katanya.
Pemkab Natuna juga mengimbau masyarakat tetap memperhatikan kondisi kualitas udara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kabut asap semakin pekat. Perhatian khusus diberikan kepada anak-anak, lanjut usia, serta warga dengan kondisi kesehatan tertentu.
Editor : Jamil Qasim