batampos – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, menyiapkan Embung Sebayar sebagai sumber cadangan air baku untuk mengantisipasi potensi kekeringan yang diperkirakan berlangsung hingga awal 2027 akibat fenomena El Nino.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Natuna, Nanang Agus Hidayat, mengatakan Embung Sebayar dibangun secara bertahap oleh pemerintah pusat sejak 2022 dan kini telah siap dimanfaatkan sebagai penyangga pasokan air baku.
"Untuk mengantisipasi kekeringan, kita memiliki satu embung yang menjadi cadangan air baku, yaitu Embung Sebayar," kata Nanang di Natuna, Selasa.
Ia menjelaskan, embung tersebut telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti pompa air, mesin pembangkit listrik, jaringan pipa transmisi, serta penampungan air di kawasan Bukit Berangin.
Meski jaringan distribusi langsung ke rumah-rumah warga belum tersedia, air dari Embung Sebayar tetap dapat dimanfaatkan melalui jaringan pipa transmisi yang terhubung ke reservoir di dekat sistem distribusi milik Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Nusa Natuna.
Selama jaringan distribusi permanen belum selesai dibangun, penyaluran air kepada masyarakat akan memanfaatkan infrastruktur milik Perumda.
Menurut Nanang, Embung Sebayar memiliki kapasitas penyediaan air baku sekitar 50 liter per detik, sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama saat musim kemarau panjang.
"Kapasitas tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan pasokan air bersih ketika terjadi penurunan debit sumber air akibat musim kemarau," ujarnya.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Natuna memprakirakan fenomena El Nino akan bertahan hingga awal 2027 di wilayah Natuna dan sekitarnya.
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Natuna, Rafael Alesandro Marbun, mengatakan kondisi El Nino yang diprediksi cukup kuat berpotensi menyebabkan penurunan curah hujan, sehingga meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla).
"Kami memprediksi kondisi El Nino sangat kuat dan diprakirakan bertahan mulai Agustus hingga awal 2027. Kondisi ini perlu menjadi perhatian dan pemantauan bersama," kata Rafael.
Dengan adanya Embung Sebayar sebagai cadangan air baku, Pemkab Natuna berharap kebutuhan air bersih masyarakat tetap terjaga selama periode musim kemarau, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi dampak perubahan iklim. (*)
Editor : Putut Ariyo