batampos – Pemerintah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, menyalurkan bantuan 2,3 ton benih padi kepada kelompok tani di sejumlah kecamatan. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna Arizatin mengatakan, bantuan benih terdiri atas padi sawah dan padi gogo.
“Benih yang diberikan terdiri atas padi gogo dan padi sawah,” kata Arizatin saat dikonfirmasi dari Natuna, Rabu.
Padi sawah merupakan jenis tanaman yang dibudidayakan di lahan dengan sistem pengairan. Sementara padi gogo dapat ditanam di lahan kering dengan mengandalkan curah hujan sebagai sumber utama air.
Menurut Arizatin, bantuan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pengajuan bantuan dilakukan pada 2025, sedangkan benih diterima pada 2026 untuk selanjutnya disalurkan kepada kelompok tani.
Penyaluran mencakup petani di Kecamatan Bunguran Batubi, Serasan, Bunguran Timur, dan Bunguran Tengah.
Petani Serasan Tunggu Pengiriman
Khusus bantuan untuk petani di Kecamatan Serasan, penyaluran belum dilakukan secara langsung oleh Pemkab Natuna. Kondisi geografis menjadi salah satu kendala karena Serasan berada di pulau yang berbeda.
“Untuk bantuan di Serasan belum diserahkan karena berbeda pulau. Pihak ketiga yang akan mengirim langsung menggunakan kapal ke Serasan,” ujar Arizatin.
Setelah benih diterima, kelompok tani diwajibkan menanam sesuai peruntukannya. Pemerintah daerah juga menyiapkan pendampingan melalui tenaga penyuluh pertanian untuk memastikan bantuan dimanfaatkan dan proses budidaya berjalan dengan baik.
Arizatin menegaskan bantuan benih tersebut merupakan program reguler pemerintah dan tidak berkaitan dengan program Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM AAS).
“Bantuan ini bukan untuk program PM AAS, melainkan program reguler. Untuk PM AAS kemungkinan ada bantuan lain,” katanya.
Pemkab Natuna berharap bantuan benih tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani sehingga turut meningkatkan produktivitas pertanian daerah dan memperkuat ketahanan pangan. (*)
Editor : Jamil Qasim