Nelayan Anambas Hilang, SAR Natuna Libatkan Malaysia dalam Pencarian

Antara • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:31 WIB
Pencarian nelayan hilang di Perairan Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, Rabu (14/10/2026). ANTARA/HO-KPP Natuna
Pencarian nelayan hilang di Perairan Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, Rabu (14/10/2026). ANTARA/HO-KPP Natuna

Hari Keempat Belum Ditemukan, Kabut Asap Hambat Penyisiran Laut

batampos – Pencarian seorang nelayan yang hilang di perairan Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, diperluas hingga melibatkan koordinasi dengan otoritas pencarian dan pertolongan Malaysia. Langkah tersebut dilakukan setelah empat hari operasi pencarian belum membuahkan hasil.

Kabut asap yang membatasi jarak pandang menjadi salah satu kendala utama Tim SAR gabungan dalam menyisir perairan yang luasnya mencapai 950 mil laut persegi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna, Abdul Rahman, mengatakan pihaknya telah menjalin koordinasi dengan Tim SAR Malaysia untuk memperluas pemantauan. Koordinasi juga dilakukan dengan Kantor SAR Tanjungpinang guna mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus hingga ke kawasan perbatasan.

“Pada upaya pencarian hari ini kami melakukan koordinasi dan penyebaran informasi yang lebih luas kepada Kantor SAR Tanjungpinang dan Tim SAR negara sahabat Malaysia. Harapannya, di tengah laut yang sangat luas ini, pencarian dengan skala pemantauan dapat dilakukan secara saksama,” ujar Abdul Rahman, Rabu (14/10).

Memasuki hari keempat, Tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran permukaan laut menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Natuna yang bergerak dari Unit Siaga SAR Jemaja.

Area pencarian diperluas dengan mempertimbangkan kondisi perairan dan kemungkinan pergerakan korban bersama pompong yang digunakannya.

Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Hingga Rabu, petugas belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun pompong yang dilaporkan hilang.

Kabut Asap Batasi Jarak Pandang

Abdul Rahman menjelaskan, kabut asap yang menyelimuti kawasan perairan Anambas menyebabkan jarak pandang petugas menjadi terbatas.

Kondisi itu menyulitkan pencarian secara visual, terutama karena area operasi sangat luas dan berada di perairan terbuka.

Selain melakukan penyisiran menggunakan kapal, Tim SAR gabungan juga berkoordinasi dengan nelayan yang ditemui di sekitar lokasi pencarian.

Informasi mengenai ciri-ciri pompong korban turut disebarluaskan kepada kapal-kapal yang melintas di perairan Jemaja hingga kawasan perbatasan.

“Upaya pencarian akan terus dioptimalkan melalui perluasan koordinasi dan penyebaran informasi kepada pihak-pihak yang berpotensi menemukan korban, termasuk nelayan dan kapal yang melintas di perairan Jemaja hingga kawasan perbatasan,” katanya.

Minta Nelayan Laporkan Pompong Hijau-Abu-abu

SAR Natuna mengimbau nelayan dan awak kapal yang melintas di sekitar lokasi pencarian agar meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat diminta segera melapor kepada Tim SAR gabungan apabila melihat pompong berwarna hijau dan abu-abu yang sesuai dengan ciri-ciri kapal milik nelayan hilang tersebut.

Menurut Abdul Rahman, laporan dari masyarakat dan kapal yang melintas sangat membantu petugas dalam memperluas jangkauan pemantauan.

Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur, antara lain Pos SAR Anambas, Posal Jemaja, Polsek Jemaja, Polairud Polres Kepulauan Anambas, BPBD Kabupaten Kepulauan Anambas, Tim Reaksi Cepat (TRC) Jemaja Timur, Pemerintah Desa Genting Pulur, serta Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jemaja.

Seluruh unsur terus berkoordinasi untuk mengoptimalkan pencarian di tengah keterbatasan jarak pandang akibat kabut asap.

“Hingga saat ini, operasi pencarian masih berlangsung dengan harapan korban dapat segera ditemukan,” pungkasnya. (*)

Editor : Jamil Qasim
Pencarian seorang nelayan hilang