batampos – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 32 Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), mengenalkan program pendidikan dan pembinaan karakter kepada masyarakat melalui kegiatan open house. Program ini menjadi upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Kepala SRT 32 Natuna, Bumiselan, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberikan gambaran langsung kepada masyarakat mengenai sistem pendidikan, fasilitas, serta pola pembinaan siswa di Sekolah Rakyat.
“ Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan Sekolah Rakyat itu seperti apa,” ujarnya di Natuna, Sabtu (17/10).
Dalam kegiatan tersebut, pihak sekolah menampilkan pertunjukan siswa dan mengajak para tamu meninjau berbagai fasilitas, mulai dari ruang kelas, perpustakaan, kamar asrama, hingga sarana dan prasarana pendukung kegiatan belajar mengajar.
Sejumlah unsur masyarakat turut diundang, di antaranya perwakilan perguruan tinggi, tokoh agama, camat, lurah, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Natuna.
Bumiselan menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan satuan pendidikan yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, khususnya keluarga yang masuk kategori desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Di SRT 32 Natuna, layanan pendidikan tersedia mulai jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA).
Tak hanya memperoleh pendidikan, para siswa juga mendapatkan fasilitas pendukung kebutuhan sehari-hari. Pemerintah menanggung biaya pendidikan, tempat tinggal di asrama, seragam sekolah, serta berbagai kebutuhan penunjang lainnya.
“Di Sekolah Rakyat, seluruh kebutuhan ditanggung oleh pemerintah,” kata Bumiselan.
Siswa Nyaman, Pembinaan Karakter Jadi Perhatian
Manfaat program tersebut dirasakan langsung para siswa. Salah seorang siswa SRT 32 Natuna, Endah Sari Lina, mengaku senang dapat bersekolah di lembaga pendidikan tersebut.
Menurutnya, kebutuhan sehari-hari siswa telah disediakan, termasuk makanan dan perlengkapan mandi.
Setiap hari, para siswa mendapatkan tiga kali makan berat dan dua kali kudapan. Fasilitas tersebut membantu memenuhi kebutuhan mereka selama menjalani pendidikan di asrama.
“Kebutuhan mandi kami juga disediakan,” ujarnya.
Selain fasilitas yang memadai, Endah mengaku nyaman karena mendapat perhatian dari tenaga pendidik, wali asuh, dan wali asrama.
Menurut dia, para pembina tidak hanya mendampingi kegiatan belajar, tetapi juga memberikan arahan dan nasihat untuk membentuk perilaku serta kedisiplinan siswa.
“Kalau ada yang nakal, dinasihati. Kepala sekolah juga sering menasihati kami agar belajar serius demi masa depan,” katanya.
Melalui program pendidikan yang terintegrasi dengan fasilitas tempat tinggal dan pembinaan karakter, SRT 32 Natuna diharapkan dapat membuka kesempatan lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang layak sekaligus mempersiapkan masa depan mereka. (*)
Editor : Jamil Qasim