batampos – Juara empat kali Roland Garros, Iga Swiatek, harus mengakhiri langkahnya lebih cepat di French Open 2026. Petenis asal Polandia itu tersingkir pada babak keempat setelah kalah dari Marta Kostyuk dalam dua set langsung, Minggu (31/5).
Kostyuk tampil impresif untuk meraih kemenangan 7-5, 6-1 sekaligus memastikan tiket perempat final Roland Garros untuk pertama kalinya dalam kariernya.
“Dia tidak terlalu menyulitkan saya dengan servis pertama hari ini. Saya hanya berusaha mengembalikan setiap bola dan memberikan tekanan pada servis keduanya,” ujar Kostyuk usai pertandingan.
Petenis Ukraina tersebut sukses memanfaatkan performa kurang maksimal Swiatek. Sepanjang pertandingan, Swiatek melakukan 39 kesalahan sendiri, jauh lebih banyak dibandingkan 13 winner yang berhasil dicetaknya. Persentase kemenangan poin dari servis pertamanya juga hanya mencapai 45 persen.
Kostyuk menilai tekanan yang terus diberikannya membuat permainan Swiatek semakin tidak nyaman.
“Seiring pertandingan berjalan, saya merasa dia semakin tertekan. Servisnya mulai tidak konsisten dan itu memberi saya peluang untuk mengambil alih permainan,” katanya.
Kemenangan ini memperpanjang catatan sempurna Kostyuk di lapangan tanah liat musim ini. Ia kini mengoleksi 16 kemenangan beruntun, termasuk dua gelar juara yang diraih di Rouen dan Madrid serta kemenangan di ajang Billie Jean King Cup.
Performa gemilang tersebut membuat Kostyuk masuk dalam daftar eksklusif petenis yang memenangi 16 pertandingan pertama mereka di lapangan tanah liat pada abad ini. Ia sejajar dengan nama-nama besar seperti Serena Williams, Venus Williams, Justine Henin, dan Swiatek.
Selain itu, Kostyuk juga mencatatkan rekor positif melawan petenis papan atas musim ini dengan enam kemenangan atas pemain top 10 dunia.
Di sisi lain, Swiatek mengakui servis menjadi salah satu faktor utama yang membuat permainannya tidak berkembang.
“Servis adalah pukulan yang paling sulit ketika berada di bawah tekanan. Hari ini saya tidak mampu menjaga konsistensi dan akhirnya melakukan banyak kesalahan,” ujar petenis peringkat tiga dunia tersebut.
Pada babak perempat final, Kostyuk akan menghadapi sesama petenis Ukraina, Elina Svitolina. Sebelumnya, Svitolina berhasil menyingkirkan petenis Swiss Belinda Bencic dengan skor 4-6, 6-4, 6-0.
Meski sempat kehilangan set pertama, Svitolina bangkit dan tampil dominan dengan memenangi tujuh gim terakhir secara beruntun untuk memastikan tempat di delapan besar.
Petenis berusia 31 tahun itu menjadi pemain tertua sejak Serena Williams pada 2016 yang mampu mencapai perempat final di Roma dan Roland Garros dalam musim yang sama.
“Saya senang dengan performa saya. Pada tahap akhir turnamen seperti ini, yang terpenting adalah memberi diri sendiri kesempatan untuk bersaing dan saya berhasil melakukannya,” kata Svitolina.
Pertemuan Kostyuk dan Svitolina di perempat final dipastikan menarik. Kostyuk mengincar semifinal Grand Slam pertamanya, sementara Svitolina berambisi melanjutkan performa apiknya dan menembus empat besar Roland Garros 2026. (*)
Editor : Jamil Qasim