Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Arab Saudi Makin Menakutkan, Dominasi Ekuador Jadi Modal Menuju Piala Dunia 2026

jpg • Senin, 8 Juni 2026 | 06:01 WIB
Skuad Arab Saudi siap memberikan kejutan di Piala Dunia 2026. (Instagram/@saudint)
Skuad Arab Saudi siap memberikan kejutan di Piala Dunia 2026. (Instagram/@saudint)

batampos – Arab Saudi menunjukkan sinyal positif menjelang tampil di Piala Dunia 2026. Meski harus mengakui keunggulan Ekuador dengan skor 1-2 dalam laga uji coba internasional pekan lalu, penampilan The Green Falcons justru menuai banyak pujian.

Perhatian publik tidak tertuju pada hasil akhir pertandingan, melainkan cara Arab Saudi memainkan sepak bola modern dan mampu mendominasi salah satu kekuatan asal Amerika Selatan tersebut.

Berdasarkan statistik pertandingan, Arab Saudi mencatat penguasaan bola hingga 69 persen. Angka tersebut terbilang impresif mengingat lawan yang dihadapi adalah Ekuador, tim yang dikenal memiliki kualitas dan pengalaman tinggi di level internasional.

Baca Juga: Puluhan Kontainer MV Golden Star 1 Belum Ditemukan, Satpolairud Barelang Tingkatkan Patroli di Selat Singapura

Cuplikan pertandingan yang beredar di media sosial memperlihatkan permainan Arab Saudi yang atraktif. Umpan-umpan pendek yang cepat, pergerakan tanpa bola yang efektif, serta keberanian membangun serangan dari lini belakang menjadi ciri khas permainan mereka.

Dalam beberapa fase pertandingan, Arab Saudi bahkan mampu mengendalikan tempo permainan dan memaksa Ekuador lebih banyak bertahan.

Perubahan positif tersebut tidak lepas dari tangan dingin pelatih anyar mereka, Georgios Donis. Pelatih asal Yunani itu resmi menangani Arab Saudi pada 2026 dan membawa filosofi permainan yang menitikberatkan pada penguasaan bola, transisi cepat, serta organisasi tim yang disiplin.

Baca Juga: United Bike dan United E-Motor Hadir di Jakarta Fair 2026

Donis bukan sosok asing di dunia sepak bola. Sebagai mantan pemain tim nasional Yunani, ia memiliki pengalaman melatih sejumlah klub besar seperti Panathinaikos, APOEL, Al-Hilal, hingga Al-Khaleej.

Di bawah arahannya, Arab Saudi tampil lebih berani dan modern dengan memadukan pemain senior serta talenta muda berbakat.

Nama-nama seperti Salem Al-Dawsari, Mohamed Kanno, Firas Al-Buraikan, dan Saud Abdulhamid masih menjadi tulang punggung tim. Sementara generasi muda seperti Musab Al-Juwayr dan Ziyad Al-Johani menghadirkan energi baru yang membuat permainan The Green Falcons semakin dinamis.

Salem Al-Dawsari tetap menjadi sosok sentral dalam skuad. Kapten berusia 34 tahun tersebut telah mencatat lebih dari 100 penampilan bersama tim nasional dan menjadi salah satu pemain paling berpengalaman di Asia.

Dengan kombinasi pengalaman dan regenerasi yang berjalan baik, Arab Saudi dinilai memiliki modal kuat untuk bersaing di Piala Dunia 2026.

Laga melawan Ekuador menjadi bukti bahwa Arab Saudi tidak datang ke turnamen terbesar dunia hanya sebagai pelengkap. Meski kalah dalam skor akhir, kualitas permainan yang mereka tampilkan menunjukkan potensi besar untuk menghadirkan kejutan.

Bagi negara-negara Asia lainnya, termasuk Indonesia, perkembangan Arab Saudi menjadi pengingat bahwa persaingan di level internasional semakin kompetitif. Dengan materi pemain berkualitas dan pelatih berpengalaman, The Green Falcons berpeluang menjadi salah satu tim kuda hitam yang patut diwaspadai pada Piala Dunia 2026. (*)

Editor : Jamil Qasim
#Piala Dunia 2026 #arab saudi