batampos– Penyerang sayap Timnas Pantai Gading, Amad Diallo, menyebut keikutsertaan timnya di Piala Dunia 2026 menjadi pengalaman dan pelajaran berharga bagi skuad Les Éléphants, meski langkah mereka harus terhenti di babak 32 besar.
Dikutip dari laman resmi FIFA, Rabu, Amad mengatakan sebagian besar pemain Pantai Gading baru pertama kali merasakan atmosfer kompetisi sepak bola terbesar di dunia.
"Kami hanya bisa belajar dari turnamen ini, karena bagi kebanyakan dari kami, ini adalah Piala Dunia pertama kami," ujar Amad.
Perjalanan Pantai Gading berakhir setelah kalah 1-2 dari Norwegia pada babak 32 besar di Stadion AT&T, Arlington, Amerika Serikat, Selasa waktu setempat.
Baca Juga: Norwegia Singkirkan Pantai Gading 2-1, Tantang Brasil di Babak 16 Besar
Pada laga tersebut, Norwegia meraih kemenangan melalui gol Antonio Nusa dan Erling Haaland. Sementara satu-satunya gol Pantai Gading dicetak oleh Amad Diallo yang sempat menyamakan kedudukan.
Pemain berusia 24 tahun itu mengaku kecewa dengan hasil yang diraih timnya. Namun, ia mengakui Norwegia tampil sedikit lebih baik sehingga berhak melaju ke babak berikutnya.
"Kami kecewa dengan kekalahan ini karena kami tahu kami memiliki banyak pemain hebat yang dapat membuat perbedaan kapan saja dalam pertandingan," kata Amad.
"Kami bermain melawan tim dengan pemain-pemain luar biasa, tetapi kami kebobolan gol menjelang akhir pertandingan, dan kami menyesal tersingkir dengan cara ini," lanjutnya.
Kekalahan tersebut membuat Pantai Gading menjadi negara Afrika kedua yang tersingkir dari Piala Dunia 2026, setelah Tunisia lebih dulu gagal melaju dari fase grup. Meski demikian, Amad berharap pengalaman di turnamen ini menjadi bekal penting bagi tim untuk tampil lebih baik pada kompetisi internasional mendatang. (*)
Editor : Jamil Qasim