batampos – Pemerintah Kota Batam memanfaatkan penyelenggaraan FIBA 3x3 Challenger Batam 2026 sebagai momentum memperkuat posisi kota ini sebagai destinasi sport tourism di Indonesia. Turnamen basket internasional yang digelar di Dataran Engku Putri pada 23–26 Juli 2026 itu diikuti 32 tim dari 21 negara dan diyakini akan mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan kehadiran atlet, ofisial, dan pendukung dari berbagai negara akan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata.
Baca Juga: Bea Cukai Baru Sita 1,6 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjungpinang
"Jelas ini masuk kategori sport tourism. Wisatawan yang datang ke Batam memiliki banyak tujuan, mulai dari sport tourism, kuliner, religi, heritage, culture hingga MICE. Event seperti ini menjadi salah satu magnet baru untuk menarik wisatawan asing," kata Ardiwinata kepada Batam Pos, Kamis (23/7).
Menurutnya, penyelenggaraan FIBA 3x3 Challenger telah dipersiapkan jauh hari bersama Federasi Bola Basket Internasional (FIBA). Karena itu, Pemerintah Kota Batam memberikan dukungan penuh agar pelaksanaan berjalan sukses sekaligus menjadi etalase promosi pariwisata daerah.
Sebagai bentuk dukungan, Pemko Batam menyediakan lokasi pertandingan di Dataran Engku Putri yang dipadukan dengan berbagai atraksi budaya Melayu, pertunjukan tari tradisional, serta layanan informasi destinasi wisata bagi tamu dari dalam maupun luar negeri.
Baca Juga: Rute Batam–Belawan Jadi Penyumbang Lonjakan Penumpang Pelni
"Kami menampilkan pertunjukan seni budaya Melayu sekaligus memperkenalkan berbagai destinasi wisata Batam agar para peserta dan wisatawan tidak hanya datang untuk bertanding, tetapi juga menikmati dan mengenal Batam," ujarnya.
Ardiwinata optimistis dampak ekonomi dari ajang internasional tersebut akan dirasakan berbagai sektor usaha. Hotel, restoran, transportasi, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diperkirakan memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas wisata selama empat hari penyelenggaraan.
Di sekitar arena pertandingan juga disediakan stan bazar bagi UMKM lokal sebagai sarana promosi sekaligus mendorong transaksi ekonomi masyarakat.
"Yang terdampak cukup banyak. Ada UMKM lokal yang membuka stan bazar, kemudian sektor hotel, restoran, transportasi, hingga pelaku usaha pariwisata lainnya. Ini efek berantai dari sebuah event internasional," katanya.
Selain Disbudpar, sejumlah organisasi perangkat daerah turut dilibatkan untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan, di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, serta instansi terkait lainnya yang menangani pelayanan publik selama kegiatan berlangsung.
Ardiwinata berharap keberhasilan penyelenggaraan FIBA 3x3 Challenger Batam menjadi pintu masuk bagi lebih banyak agenda olahraga internasional di masa mendatang.
"Kalau event seperti ini terus hadir, Batam akan semakin dikenal sebagai kota tujuan sport tourism. Dampaknya tentu semakin besar terhadap kunjungan wisatawan dan pertumbuhan ekonomi daerah," ujarnya.
Dalam turnamen ini, tim putra peringkat pertama dunia asal Ulaanbaatar, Mongolia, dijadwalkan menghadapi tim peringkat kedua dunia dari Prancis. Sementara itu, Tim Nasional Putri Indonesia akan bersaing dengan tim-tim kuat dari Belanda, Latvia, Thailand, Jepang, Rumania, Slovenia, Mesir, Vietnam, dan Filipina.
Indonesia juga menurunkan tiga wakil di sektor putra, yakni Waisai, Ambon, dan Balige, yang akan memperebutkan tiket menuju seri lanjutan FIBA 3x3 World Tour.
Selama penyelenggaraan, masyarakat dapat membeli tiket pertandingan secara langsung di lokasi arena di Dataran Engku Putri. Dengan kehadiran peserta dari 21 negara, Batam tidak hanya menjadi tuan rumah kompetisi basket kelas dunia, tetapi juga panggung promosi yang memadukan olahraga, budaya, pariwisata, dan ekonomi dalam satu ajang internasional. (*)
Editor : Jamil Qasim