batampos – Kepulauan Riau memiliki sejumlah cabang olahraga potensial untuk bersaing di tingkat nasional. Namun, upaya mencetak atlet berprestasi masih menghadapi tantangan besar, mulai dari keterbatasan fasilitas hingga minimnya regenerasi atlet sejak usia dini.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kepri Usep Rahmat S mengatakan, pembinaan atlet menjadi fokus utama organisasi saat ini. Menurutnya, keberhasilan prestasi olahraga tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan atlet, tetapi juga membutuhkan dukungan sarana dan program pembinaan yang berkelanjutan.
"Persoalan terbesar kita untuk atlet di Kepri adalah bibit-bibit unggul dari usia dini yang hingga saat ini masih terus dicari. Kita akan terus mengupayakan," ujar Usep usai menghadiri Musyawarah Provinsi (Musprov) VI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Kepri 2026 di Batam, Minggu (26/7).
Baca Juga: Timnas Indonesia Pangkas Skuad Piala AFF 2026, 20 Pemain Tersingkir dari Seleksi
Ia mengatakan KONI Kepri terus melakukan pemetaan terhadap potensi atlet muda di berbagai daerah. Pencarian bibit baru dinilai penting agar regenerasi atlet berjalan dan Kepri tetap mampu bersaing dalam berbagai kejuaraan nasional.
Selain persoalan regenerasi, Usep menyebut keterbatasan fasilitas olahraga masih menjadi tantangan yang harus segera dibenahi.
Menurut dia, sejumlah venue olahraga telah mulai diperbaiki, sementara beberapa fasilitas lainnya membutuhkan renovasi agar dapat mendukung latihan dan pembinaan atlet.
"Kemarin kita sudah melakukan kunjungan ke venue. Ada beberapa venue yang diperbaiki dan ada venue yang harus direnovasi. Insyaallah sampai Desember kita bisa siap," katanya.
Salah satu fasilitas yang mendapat perhatian adalah Stadion atau Lapangan Sulaiman Abdullah di Tanjungpinang. Selain itu, kawasan olahraga Dompak juga membutuhkan pembenahan untuk mendukung aktivitas olahraga, khususnya cabang sepak bola dan atletik.
Fasilitas Terbatas Hambat Pembinaan
Usep tidak menampik kondisi fasilitas olahraga di Kepri masih belum ideal. Beberapa cabang olahraga membutuhkan sarana khusus yang belum tersedia secara maksimal.
"Kalau fasilitas olahraga memang di Kepri kurang, minim. Kita tidak punya kolam renang, tidak punya tebing," ujarnya.
Menurut dia, keterbatasan fasilitas tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam mempersiapkan atlet agar mampu bersaing dengan daerah lain yang memiliki sarana latihan lebih lengkap.
Selain fasilitas, dukungan anggaran juga menjadi faktor penting dalam pengembangan olahraga. Anggaran tidak hanya diperlukan untuk mengikuti kompetisi, tetapi juga mendukung pembinaan jangka panjang.
Baca Juga: Archipelago Batam Gelar Fun Run 7K, Salurkan Beasiswa Pendidikan untuk Anak-Anak
Meski begitu, Usep menilai kualitas sumber daya manusia olahraga di Kepri, khususnya pelatih dan wasit, sudah cukup baik. KONI terus mendorong agar seluruh pelatih dan wasit memiliki sertifikasi resmi.
"Untuk pelatih dan wasit sebenarnya kami minta harus punya lisensi. Kalau tidak punya lisensi untuk wasit, kita coret. Selama ini selalu berlisensi," katanya.
Ski Air dan Panahan Jadi Andalan Kepri
Di tengah berbagai tantangan tersebut, KONI Kepri masih memiliki sejumlah cabang olahraga unggulan yang berpotensi mengharumkan nama daerah.
Ski air menjadi salah satu cabang olahraga yang selama ini konsisten menyumbang prestasi bagi Kepri. Bahkan, cabang tersebut selalu menjadi andalan saat ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).
"Di Batam, cabang olahraga yang paling berpotensi adalah ski air. Setiap PON mendapatkan medali emas. Kemarin di Sumatera Utara dan Aceh dapat tiga emas dan satu perak," kata Usep.
Selain ski air, beberapa cabang lain seperti taekwondo, tarung derajat, menembak, dan panahan juga dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang.
Khusus panahan, prestasi Kepri cukup membanggakan. Dalam kompetisi nasional yang diikuti 28 provinsi, Kepri mampu menempati peringkat kelima dengan torehan enam medali emas, enam perak, dan sembilan perunggu.
Usep berharap prestasi tersebut dapat menjadi pemicu bagi atlet muda Kepri untuk terus berkembang.
Ia juga melihat peluang dari perkembangan olahraga elektronik atau e-sports yang banyak diminati generasi muda.
"Anak-anak muda banyak di e-sports, Gen Z. Kita berharap anak-anak muda mengisi e-sports itu," ujarnya.
Ke depan, KONI Kepri menargetkan penguatan pembinaan olahraga melalui pencarian atlet sejak usia dini, peningkatan fasilitas latihan, serta kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pihak agar prestasi olahraga daerah terus meningkat. (*)
Editor : M Tahang