Kemuning Lion Juara U-12 Batam Prime, 40 Pemain Muda Masuk Radar Pembinaan

Muhammad Sya'ban • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 09:45 WIB

Kemuning Lion dan FCB Football Club berebut bola pada final kelompok U-12 Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026 di Stadion Temenggung Abdul Jamal, Batam, Minggu (9/8/2026) sore.  F. Syaban / Batam Pos
Kemuning Lion dan FCB Football Club berebut bola pada final kelompok U-12 Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026 di Stadion Temenggung Abdul Jamal, Batam, Minggu (9/8/2026) sore. F. Syaban / Batam Pos

batampos – Kemuning Lion menutup Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026 dengan meraih gelar juara kelompok U-12. Dalam pertandingan final di Stadion Temenggung Abdul Jamal, Batam, Minggu (9/8/2026) sore, Kemuning Lion mengalahkan FCB Football Club dengan skor 1-0.

Turnamen sepak bola usia dini yang berlangsung sejak 7 Agustus 2026 tersebut mempertandingkan tiga kelompok usia, yakni U-8, U-10, dan U-12.

Festival tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan dan pemetaan talenta sepak bola usia dini di Batam. Empat tim terbaik dari setiap kelompok usia bahkan mendapat kesempatan tampil pada kompetisi internasional.

Pada kelompok U-12, Kemuning Lion berhak membawa pulang trofi, medali, dan uang pembinaan Rp5 juta. FCB Football Club sebagai runner-up mendapatkan Rp3 juta, trofi, dan medali.

Posisi ketiga ditempati Progress FAA Plus dengan hadiah Rp2 juta, sedangkan SSB Bimantara berada di posisi keempat dengan hadiah Rp1 juta.

Penghargaan pemain terbaik U-12 diraih pemain Kemuning Lion, sedangkan gelar top skor menjadi milik Razik Hanan dari FCB Football Club dengan hadiah trofi dan uang pembinaan Rp500 ribu.

NFA Dominasi Kelompok U-10 dan U-8

Pada kelompok U-10, NFA Nanda Football Academy keluar sebagai juara. Bina Pratama menempati posisi kedua, diikuti GBC Football Club di posisi ketiga dan Gurindam Pratama di posisi keempat.

NFA mendapatkan hadiah Rp5 juta, Bina Pratama Rp3 juta, GBC Rp2 juta, dan Gurindam Pratama Rp1 juta.

Pemain terbaik U-10 diraih Lucky Afrizal Pratama dari Gurindam Pratama. Sementara gelar top skor menjadi milik Kayis Asanul Amalah yang mencetak 10 gol.

NFA Nanda Football Academy kembali menjadi juara pada kelompok U-8. SSB Ong I’s menjadi runner-up, disusul SSB BBC Football Club di posisi ketiga dan SSB Bimantara di posisi keempat.

NFA menerima hadiah Rp5 juta, SSB Ong I’s Rp3 juta, BBC Football Club Rp2 juta, dan SSB Bimantara Rp1 juta.

Ezan dinobatkan sebagai pemain terbaik U-8, sedangkan Handika Panda Dewa menjadi top skor dengan koleksi lima gol.

Bukan Sekadar Mengejar Trofi

Pembina Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026 sekaligus Direktur Perencanaan Investasi BP Batam, Irfan Syakir, mengatakan turnamen tersebut dirancang bukan hanya untuk menentukan pemenang.

Menurutnya, kompetisi menjadi bagian dari proses panjang untuk menemukan pemain muda potensial sekaligus memberikan pengalaman bertanding sejak usia dini.

Ia meminta para pemain tidak berkecil hati terhadap hasil pertandingan. Keberanian untuk bertanding dan memiliki mimpi besar dinilai menjadi bagian penting dalam proses pembentukan atlet.

“Kalian semua adalah juara. Berani bermimpi besar,” kata Irfan saat menutup rangkaian turnamen, Minggu (9/8/2026).

Irfan mengatakan perjalanan sepak bola usia dini di Batam tidak berhenti setelah festival berakhir. Para pemain masih memiliki kesempatan menunjukkan kemampuan pada kompetisi berikutnya.

“Gelora ini akan berlanjut pada ajang internasional minggu depan,” ujarnya.

Ia berharap rangkaian kegiatan tersebut dapat menjadi pemicu terbentuknya ekosistem sepak bola yang lebih berkelanjutan di Batam.

“Sepak bola berkelanjutan ini bukan hanya pertandingan. Ini juga meningkatkan SDM sepak bola bagi anak-anak Batam,” katanya.

40 Pemain Disiapkan untuk Pembinaan

Ketua Panitia Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026, Yudi Candra, mengatakan hasil pertandingan bukan menjadi akhir perjalanan para pemain.

Empat tim terbaik dari masing-masing kelompok usia akan mendapat kesempatan melanjutkan pertandingan pada Batam Grassroot Football International yang dijadwalkan berlangsung pada 15-17 Agustus 2026 di Stadion Gelora Citra Mas, Kabil.

“Sebagaimana konsep dari awal, empat besar yang mengikuti semifinal akan ikut bermain di minggu depan pada kelas internasional di Stadion Citra Mas (Kabil),” kata Yudi.

Selain empat besar, pemain dari tim lain juga tetap memiliki peluang untuk berkembang. Sekitar 40 pemain akan diseleksi untuk mengikuti program pembinaan lanjutan.

Pemain yang dinilai memiliki potensi akan diarahkan mengikuti pembinaan khusus dan dipersiapkan sebagai bagian dari tim elite atau tim seleksi Batam Prime.

“Yang 40 orang itu akan dibina,” ujarnya.

Yudi menjelaskan, pembinaan tersebut memang menjadi bagian dari konsep festival sejak awal. Kompetisi digunakan sebagai sarana untuk memetakan kemampuan pemain, bukan hanya menentukan siapa yang menjadi juara.

Ia juga menjelaskan penyelenggaraan festival berada dalam koordinasi PSSI Kota Batam dan bukan di bawah struktur KONI.

“Kalau secara hierarki, kegiatan ini tidak langsung di bawah KONI. Tapi langsung di bawah PSSI Batam,” katanya.

Berlanjut ke Kompetisi Internasional

Setelah rangkaian kompetisi grassroots, agenda sepak bola tersebut akan berlanjut ke Batam International Football Series pada 22-23 Agustus 2026.

Kompetisi tersebut dijadwalkan mempertemukan klub dari Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. Sejumlah peserta yang dijadwalkan tampil antara lain Geylang International FC dari Singapura, Indera FC dari Brunei Darussalam, Garuda Yaksa FC dari Indonesia, dan tuan rumah Batam Prime FC.

Garuda Yaksa FC menjadi salah satu peserta yang menarik perhatian dalam rangkaian tersebut. Klub ini merupakan tim binaan Presiden Prabowo Subianto dan dikelola Wakil Manajer sekaligus Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis.

BP Batam juga menyiapkan kerja sama pembinaan bersama Garuda Yaksa FC untuk membangun akademi sepak bola di Batam.

Dengan pola tersebut, Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026 menjadi bagian awal dari rangkaian pembinaan yang lebih panjang.

Para juara dan tim empat besar mendapat kesempatan tampil di panggung internasional, sementara pemain potensial lainnya diarahkan masuk jalur pembinaan.

Target akhirnya bukan sekadar menambah koleksi trofi, melainkan menemukan, mengembangkan, dan mempersiapkan talenta sepak bola Batam agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi.

Meta deskripsi: Kemuning Lion juara U-12 Batam Prime 2026. Sebanyak 40 pemain muda Batam disiapkan masuk program pembinaan sepak bola. (*)

Editor : Putut Ariyo
Batam Prime 2026 sepak bola Batam Kemuning Lion pembinaan pemain muda sepak bola grassroots