batampos – Xavi Hernandez resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala Timnas Belanda menggantikan Ronald Koeman. Legenda Barcelona itu menandatangani kontrak berdurasi empat tahun yang akan membawanya memimpin Oranje hingga Piala Dunia 2030, dengan target utama meraih gelar di Euro 2028 dan Piala Dunia.
Penunjukan ini menjadi momen bersejarah karena Xavi merupakan pelatih asing pertama yang menangani Timnas Belanda dalam 48 tahun terakhir. Sosok terakhir yang mengisi posisi tersebut adalah Ernst Happel asal Austria, yang membawa Belanda melaju hingga final Piala Dunia 1978 sebelum dikalahkan Argentina.
Xavi Akhiri Tradisi Pelatih Lokal di Timnas Belanda
Sejak era Happel, Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) selalu mempercayakan kursi pelatih kepada pelatih asal Belanda. Namun kali ini, KNVB memilih keluar dari tradisi tersebut dengan menunjuk Xavi untuk memimpin proyek jangka panjang.
Keputusan itu tidak lepas dari filosofi sepak bola yang dibawa Xavi, yang dinilai memiliki keterkaitan erat dengan identitas permainan Belanda melalui pengaruh dua legenda, Johan Cruyff dan Rinus Michels.
"Sebagai seseorang yang mendapat pendidikan di akademi Barcelona, dengan pengaruh kuat dari Johan Cruyff dan Rinus Michels, saya merasa memiliki hubungan khusus dengan sepak bola Belanda," ujar Xavi, dikutip dari laman resmi KNVB, Kamis (13/8/2026).
Filosofi Cruyff Jadi Fondasi Proyek Xavi
Pelatih berusia 46 tahun itu menilai gaya bermain Belanda memiliki banyak kesamaan dengan filosofi yang membentuk kariernya sebagai pemain maupun pelatih.
Baca Juga: Batam, Rempang, dan Galang Disiapkan Jadi Kawasan Industri Baru
Menurut Xavi, sepak bola menyerang berbasis penguasaan bola, kreativitas, intensitas, dan keberanian merupakan identitas yang ingin terus dikembangkan bersama Oranje.
Bahkan, ia menyebut dirinya memiliki ikatan emosional dengan sepak bola Belanda.
"Anda bisa mengatakan saya sedikit seperti anak dari sepak bola Belanda," ujar Xavi.
Selain Cruyff dan Michels, Xavi juga menyebut Louis van Gaal serta Frank Rijkaard sebagai figur yang memberi pengaruh besar dalam perjalanan kariernya. Van Gaal menjadi pelatih yang memberinya debut bersama Barcelona, sedangkan Rijkaard berperan penting dalam perkembangan Xavi sebagai pemain.
Debut Langsung Hadapi Jerman
Xavi tidak membutuhkan waktu lama untuk menjalani laga perdananya bersama Timnas Belanda.
Ia dijadwalkan menjalani debut pada 24 September 2026 saat Belanda menghadapi Jerman dalam pertandingan UEFA Nations League di Johan Cruyff Arena, Amsterdam.
Laga tersebut menjadi ujian pertama bagi Xavi untuk menerapkan filosofi permainan menyerang yang selama ini menjadi ciri khasnya.
Penunjukan Xavi dilakukan setelah Ronald Koeman mengakhiri periode keduanya sebagai pelatih Timnas Belanda usai kegagalan Oranje di turnamen internasional.
Direktur Sepak Bola KNVB, Nigel de Jong, menilai Xavi memiliki pengalaman dan mental juara yang dibutuhkan untuk membawa Belanda kembali bersaing di level tertinggi.
"Sebagai pemain saja, Xavi telah mengalami dan memenangkan segalanya, dengan Piala Dunia, berbagai gelar domestik, dan Liga Champions," kata De Jong.
Misi Akhiri Puasa Gelar Oranje
Tantangan terbesar Xavi adalah mengakhiri puasa gelar mayor yang telah berlangsung sejak Euro 1988.
Belanda dikenal sebagai salah satu negara dengan sejarah sepak bola kuat, tetapi hingga kini belum pernah menjuarai Piala Dunia meski tiga kali mencapai final.
Pengalaman Xavi sebagai bagian dari generasi emas Spanyol menjadi modal penting. Sebagai pemain, ia membantu Spanyol meraih Euro 2008, Piala Dunia 2010, dan Euro 2012, sekaligus menjadi motor permainan dalam era kejayaan La Furia Roja.
Setelah memulai karier kepelatihan bersama Al Sadd di Qatar dan membawa Barcelona menjuarai La Liga 2022/2023, Xavi kini menghadapi tantangan baru di level tim nasional.
Dengan kontrak hingga 2030, publik sepak bola kini menanti apakah pelatih asing pertama Belanda sejak 1978 itu mampu mengembalikan Oranje ke puncak kejayaan dan mengakhiri penantian panjang mereka akan gelar internasional. (*)
Editor : Putut Ariyo