batampos – Elena Rybakina akan menempati posisi nomor 1 dunia setelah final US Open 2026, apa pun hasil pertandingan melawan Aryna Sabalenka, Minggu (13/9) dini hari WIB.
Namun, kepastian tersebut tidak membuat petenis Kazakhstan itu ingin menambah tekanan menjelang pertandingan. Rybakina justru berusaha menjaga fokus dan tidak terlalu memikirkan status barunya di peringkat WTA.
“Saya tidak ingin memberi terlalu banyak tekanan kepada diri sendiri. Kami semua sangat dekat di peringkat. Kalau sesuatu tidak berjalan baik di final, saya masih memiliki kesempatan lain dan turnamen lain sampai akhir musim,” ujar Rybakina, dikutip dari Ubitennis.
Rekor Rybakina Masih Tertinggal dari Sabalenka
Rybakina menyadari final US Open 2026 akan menjadi tantangan berat. Dari 17 pertemuan sebelumnya, dia baru tujuh kali mengalahkan Sabalenka.
Sabalenka juga memiliki pengalaman lebih banyak di turnamen Grand Slam Amerika Serikat tersebut. Petenis Belarus itu selalu mencapai final dalam empat edisi terakhir dan berhasil merebut gelar pada dua kesempatan sebelumnya.
Sebaliknya, final tahun ini menjadi final US Open pertama bagi Rybakina.
“Dia pemain yang sangat agresif dan sulit dihadapi, baik secara mental maupun fisik, karena dia memiliki permainan yang kuat dan servis yang bagus,” kata Rybakina.
Menghadapi Sabalenka, Rybakina menyadari servis dan pengambilan keputusan akan menjadi faktor penting.
“Melawan Aryna, saya harus melakukan servis dengan baik dan mengambil keputusan yang tepat pada momen yang tepat. Saya akan berusaha sebaik mungkin dan memberikan semuanya.”
Sabalenka Bidik Three-Peat US Open
Di kubu seberang, Sabalenka datang dengan target mempertahankan gelar sekaligus mencetak sejarah.
Petenis berusia 28 tahun itu memburu gelar US Open ketiga secara beruntun. Jika berhasil, Sabalenka akan menyamai pencapaian dua legenda tenis putri dunia, Chris Evert dan Serena Williams.
Meski demikian, Sabalenka menegaskan bahwa fokus utamanya bukan mempertahankan posisi nomor 1 dunia. Dia lebih tertarik mengejar sejarah melalui pencapaian three-peat di Flushing Meadows.
“Saya sangat senang bisa berada dalam posisi untuk mengejar three-peat. Yang saya pelajari adalah penting untuk menyingkirkan semua gangguan dan fokus pada diri sendiri, saya siap bertarung,” ujar Sabalenka.
Final US Open 2026 pun menjadi pertarungan dengan kepentingan berbeda bagi kedua petenis. Rybakina sudah dipastikan mendapatkan posisi puncak peringkat dunia, sedangkan Sabalenka memiliki peluang mempertahankan gelar sekaligus mencatatkan namanya bersama dua legenda tenis putri. (*)
Editor : Putut Ariyo