batampos – Kontroversi laga Irlandia melawan Israel dalam UEFA Nations League terus bergulir. Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA) bahkan melontarkan sindiran kepada Pelatih Timnas Irlandia Heimir Hallgrimsson setelah sang pelatih menyampaikan komentarnya terkait pertandingan tersebut.
Timnas Irlandia dijadwalkan menghadapi Israel pada Senin (28/9) di Debrecen, Hungaria. Pertandingan kandang Irlandia kemudian dijadwalkan berlangsung pada 5 Oktober di Serbia.
Namun, tekanan kepada Federasi Sepak Bola Irlandia (FAI) untuk membatalkan pertandingan melawan Israel terus meningkat. Desakan tersebut salah satunya datang dari kelompok Irish Sport for Palestine.
Lebih dari 160 insan olahraga telah menandatangani surat terbuka yang diterbitkan kelompok tersebut. Mereka meminta FAI mempertimbangkan kembali keputusan untuk tetap melaksanakan pertandingan melawan Israel.
Mantan pemain Timnas Irlandia Kevin Kilbane juga menyuarakan dukungannya terhadap penolakan pertandingan tersebut melalui tulisannya di Irish Times.
“Irlandia seharusnya tidak bermain melawan Israel. Bukan di Dublin, bukan di Hungaria, dan tentunya bukan pertandingan kandang di Serbia,” tulis Kilbane.
Dia juga menyatakan akan mendukung FAI apabila federasi tersebut memilih menolak pertandingan dan bersedia menghadapi konsekuensi yang mungkin timbul.
Pernyataan Hallgrimsson Tuai Respons IFA
Ketegangan semakin meningkat setelah Heimir Hallgrimsson menyampaikan pandangannya saat mengumumkan skuad Irlandia pekan lalu.
Pelatih asal Islandia itu mengatakan sejumlah pemain merasa tidak nyaman harus menghadapi Israel.
“Kami tidak bermain dengan genosida, kami bermain melawan genosida,” kata Hallgrimsson, seperti dikutip ESPN.
Pernyataan tersebut kemudian mendapat respons keras dari IFA melalui media sosial pada Selasa (22/9).
IFA menyinggung kontribusi Israel di berbagai bidang sekaligus perolehan Hadiah Nobel dalam unggahannya di akun resmi X.
“Kami telah berkontribusi kepada dunia dan kemanusiaan dalam berbagai bidang, serta meraih sejumlah Hadiah Nobel yang mengesankan sepanjang perjalanan. Sayangnya, kami belum menemukan obat untuk kebodohan, ketidaktahuan, dan kemunafikan yang ditunjukkan pelatih tim @IrelandFootball,” tulis IFA.
Unggahan tersebut kemudian memicu berbagai respons dari warganet. Sejumlah pengguna media sosial mengkritik pernyataan IFA dan mengaitkannya dengan situasi konflik Israel-Palestina.
Ada pula warganet yang mempertanyakan keikutsertaan Israel dalam kompetisi sepak bola Eropa.
FAI Tetap Jalani Pertandingan
Sebelumnya, FAI telah menyatakan akan tetap menjalani pertandingan melawan Israel meskipun keputusan tersebut diambil dengan berat hati. Pertandingan juga direncanakan berlangsung tanpa penonton.
FAI mengatakan keputusan tersebut diambil setelah UEFA menolak permintaan mereka agar Irlandia dan Israel tidak berada dalam grup yang sama saat pengundian.
Menurut FAI, tetap menjalani pertandingan menjadi pilihan untuk menghindari dampak signifikan dan berkepanjangan terhadap sepak bola Irlandia apabila mereka menolak bertanding.
“Meskipun mengakui kuatnya perasaan dukungan terhadap Palestina dan pertandingan Liga Bangsa-Bangsa UEFA yang akan datang, para anggota menyadari dampak mendalam yang akan ditimbulkan oleh kegagalan penyelenggaraan pertandingan UEFA terhadap sepak bola Irlandia secara keseluruhan dan terhadap perkembangannya di masa depan,” demikian bunyi mosi FAI pada 8 Juli.
Mosi tersebut disetujui 75 suara dan ditolak 32 suara dari 114 anggota yang hadir.
FAI menyatakan tetap menghormati pandangan para anggota, pemain, staf, pendukung, aktivis, masyarakat, serta komunitas sepak bola Irlandia terkait pertandingan melawan Israel. (*)
Editor : Jamil Qasim