Profil Pitchamon Opatniputh, Pebulu Tangkis Thailand yang Diskors di Asian Games 2026 karena Doping

jpg • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 14:31 WIB
Tunggal putri Thailand, Pitchamon Opatniputh, positif doping di Asian Games 2026 / Instagram @pinkkk_opat
Tunggal putri Thailand, Pitchamon Opatniputh, positif doping di Asian Games 2026 / Instagram @pinkkk_opat

batampos - Pebulu tangkis putri Thailand, Pitchamon Opatniputh, harus absen dari Asian Games 2026 setelah dinyatakan positif mengandung furosemide dalam pemeriksaan doping.

Hasil pemeriksaan yang dilakukan Badan Pengujian Internasional (ITA) pada Senin (21/9) menunjukkan adanya kandungan furosemide dalam sampel Pitchamon. Zat tersebut termasuk dalam daftar zat terlarang Badan Antidoping Dunia (WADA).

Furosemide merupakan obat diuretik yang dapat meningkatkan pengeluaran cairan dari tubuh. Zat tersebut juga dapat digunakan untuk membantu menurunkan berat badan dan berpotensi digunakan untuk menyamarkan penggunaan zat terlarang lainnya. Karena itu, furosemide masuk dalam daftar zat terlarang bagi atlet.

Hasil pemeriksaan Pitchamon diketahui ketika tim beregu putri Thailand bersiap menghadapi Tiongkok pada Selasa (22/9). Atlet berusia 19 tahun itu kemudian tidak dapat tampil setelah dikenai skorsing sementara.

Pitchamon menjadi salah satu atlet yang tersangkut kasus doping pada Asian Games 2026. Kasus tersebut turut menjadi perhatian bagi tim bulu tangkis Thailand yang sedang berlaga di ajang olahraga terbesar di Asia tersebut.

Meski mendapat skorsing sementara, Pitchamon memiliki hak untuk mengajukan keberatan melalui Court of Arbitration for Sport Anti-Doping Division (CAS ADD).

Ia juga telah meminta pemeriksaan terhadap sampel B. Hasil pemeriksaan sampel tersebut masih ditunggu.

Salah Satu Tunggal Putri Andalan Thailand

Sebelum tersandung kasus doping, Pitchamon merupakan salah satu tunggal putri muda andalan Thailand.

Atlet kelahiran Chiang Mai tersebut saat ini menempati peringkat ke-18 dunia. Ia menjadi tunggal putri ketiga terbaik Thailand setelah Ratchanok Intanon yang berada di peringkat kelima dan Pornpawee Chochuwong di posisi kedelapan.

Pitchamon memang belum meraih gelar juara pada turnamen BWF World Tour tahun ini. Namun, performanya cukup konsisten dengan dua kali mencapai final, yakni di Indonesia Masters dan Orleans Masters.

Pada turnamen level Super 1000, China Open 2026, langkah Pitchamon terhenti di babak 32 besar.

Mulai Bermain Bulu Tangkis Sejak Usia Lima Tahun

Perjalanan Pitchamon hingga menembus jajaran 20 besar dunia dimulai sejak usia dini. Ia diketahui mulai mengenal bulu tangkis ketika berusia lima tahun.

Pemain asal Chiang Mai tersebut mendapat pelatihan langsung dari ayahnya di Thai Smile Badminton Club. Pitchamon kemudian mulai memperkuat Thailand pada 2018.

Perlahan, prestasinya meningkat hingga mampu menembus peringkat 20 besar dunia.

Dalam perjalanan kariernya, Pitchamon telah mempersembahkan tiga medali bagi Thailand. Ia meraih dua medali emas SEA Games pada 2021 dan 2023, masing-masing dari nomor beregu putri.

Selain itu, Pitchamon juga menjadi bagian dari tim Thailand yang meraih medali perunggu Piala Uber 2022.

Profil Pitchamon Opatniputh

Nama lengkap: Pitchamon Opatniputh
Tanggal lahir: 4 Januari 2007
Usia: 19 tahun
Tempat lahir: Chiang Mai, Thailand
Pegangan: Tangan kanan
Peringkat dunia: 18
Prestasi:

  • Medali emas SEA Games 2021 – beregu putri

  • Medali emas SEA Games 2023 – beregu putri

  • Medali perunggu Piala Uber 2022 – beregu putri. (*)

 
Editor : Jamil Qasim
Asian Games 2026 Pitchamon Opatniputh