batampos - Tim rowing Indonesia masih memburu medali pada Asian Games 2026. Tiga nomor menjadi harapan untuk mengakhiri penantian medali, yakni lightweight men's double sculls, men's quadruple sculls, dan men's four yang diperlombakan Kamis (24/9) sore.
Pelatih rowing Indonesia Muhammad Hadris optimistis anak asuhnya mampu menyumbangkan medali dari tiga nomor tersebut. Optimisme itu didasarkan pada catatan waktu para atlet saat menjalani babak heat serta sesi latihan.
"Mudah-mudahan kami pecah telur lah, soalnya tim rowing Indonesia belum dapat medali. Kami juga berusaha yang terbaik. Kalau yang bagus ya di nomor itu tadi," kata Hadris di Nagaragawa, Gifu, Kamis.
Keyakinan Hadris juga muncul setelah melihat hasil perlombaan pada sesi final pagi. Sejumlah atlet Indonesia gagal meraih medali dari nomor yang sebelumnya menjadi andalan.
Salah satunya adalah pasangan Febrian/Memo yang gagal menyumbangkan medali dari nomor men's double sculls. Padahal, Indonesia menargetkan medali perak dari nomor tersebut.
Hadris menilai terdapat sejumlah faktor yang membuat pasangan tersebut gagal memenuhi target. Salah satunya adalah start yang kurang optimal.
"Harusnya pas start mereka bareng dengan China, Uzbekistan, India, tapi mereka sudah missed. (Selisih) satu perahu. Kalau dilihat catatan waktunya, yang kurang dari kecepatan di 500 meter pertama tadi. Kalahnya cuma satu detik," ujar Hadris.
Meski hasil tersebut mengecewakan, Hadris meminta para atlet segera mengalihkan fokus ke nomor berikutnya. Masih terdapat peluang bagi rowing Indonesia untuk meraih medali pada perlombaan Kamis sore.
Pada final hari ini, Indonesia tampil di delapan nomor. Yakni men's double sculls, men's pair, women's four, women's single sculls, lightweight men's double sculls, women's pair, men's quadruple sculls, dan men's four.
Dari delapan nomor tersebut, lightweight men's double sculls, men's quadruple sculls, dan men's four menjadi nomor yang diharapkan mampu menyumbangkan medali bagi kontingen Indonesia. (*)