Manchester City Dinyatakan Bersalah atas 114 dari 115 Dakwaan

Antara • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 22:25 WIB
Manchester City mengangkat piala juara Liga Premier Inggris 2024. (https://www.premierleague.com/matchweek)
Manchester City mengangkat piala juara Liga Premier Inggris 2024. (https://www.premierleague.com/matchweek)

batampos - Manchester City dilaporkan dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan pelanggaran regulasi finansial Premier League. Putusan tersebut menjadi perkembangan terbaru dalam kasus yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Laporan The Athletic dan The Times yang dikutip Reuters pada Jumat (25/9/2026) menyebut Manchester City hanya dinyatakan tidak bersalah atas satu dakwaan dari total 115 dakwaan yang diajukan Premier League. Klub diperkirakan akan mengajukan banding.

Meski demikian, sanksi terhadap Manchester City belum ditentukan. Proses hukum juga belum sepenuhnya selesai karena masih terdapat sejumlah tahapan yang harus diselesaikan dan berada di bawah aturan kerahasiaan.

Juru bicara Manchester City mengatakan kepada The Athletic bahwa posisi klub masih sama seperti ketika dakwaan diajukan pada Februari 2023.

"The Premier League process remains ongoing, with significant elements to be completed, and subject to strict confidentiality," ujar juru bicara Manchester City, seperti dikutip The Athletic.

Pihak klub juga menyatakan telah menghormati proses hukum yang berlangsung berdasarkan keyakinan bahwa jajaran pengurus dan eksekutif Premier League akan menjalankan proses secara independen, tidak memihak, dan adil.

Kasus Manchester City Bermula dari Investigasi 2009-2018

Kasus ini berawal dari investigasi Premier League selama empat tahun terhadap dugaan pelanggaran finansial Manchester City pada periode 2009 hingga 2018.

Premier League kemudian mendakwa Manchester City pada Februari 2023 dan menyerahkan kasus tersebut kepada komisi independen untuk diputuskan.

Dakwaan tersebut mencakup tuduhan bahwa Manchester City tidak memberikan informasi finansial yang akurat dan terkini, terutama berkaitan dengan pendapatan klub, transaksi dengan pihak terkait, serta biaya operasional.

Manchester City juga dituduh tidak memberikan informasi lengkap mengenai pembayaran kepada pemain dan manajer.

Selain itu, klub didakwa melanggar regulasi finansial UEFA serta aturan Profitability and Sustainability Rules (PSR) Premier League. Manchester City sejak awal membantah seluruh tuduhan tersebut.

Persidangan komisi independen berlangsung secara tertutup pada 2024. Proses tersebut menjadi salah satu perkara finansial terbesar dalam sejarah Premier League.

Sanksi Manchester City Belum Diputuskan

Meski laporan mengenai putusan telah muncul, belum ada sanksi yang dijatuhkan kepada Manchester City.

Regulasi Premier League menyediakan sejumlah opsi hukuman untuk pelanggaran yang terbukti, mulai dari denda dan pengurangan poin hingga sanksi lain yang dapat memengaruhi keikutsertaan klub dalam kompetisi.

Namun, besaran dan bentuk hukuman terhadap Manchester City masih harus menunggu keputusan lebih lanjut dari proses yang sedang berjalan. Klub juga diperkirakan mengajukan banding atas putusan tersebut.

Karena itu, putusan atas 114 dakwaan tersebut belum secara otomatis berarti Manchester City akan menerima jenis hukuman tertentu. Tahapan sanksi dan kemungkinan banding masih menjadi bagian dari proses selanjutnya.

Kasus Berawal dari Dokumen Football Leaks

Penyelidikan terhadap Manchester City juga berkaitan dengan dokumen finansial yang dipublikasikan majalah Jerman Der Spiegel pada November 2018 dalam rangkaian laporan Football Leaks.

Dokumen tersebut kemudian memicu penyelidikan UEFA terhadap Manchester City.

Pada Februari 2020, UEFA menjatuhkan larangan tampil di kompetisi Eropa selama dua tahun kepada Manchester City serta denda 30 juta euro atas dugaan pelanggaran Financial Fair Play (FFP).

Manchester City kemudian mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport (CAS).

Pada Juli 2020, CAS membatalkan larangan tampil di kompetisi Eropa tersebut. CAS menyatakan sebagian tuduhan tidak terbukti atau telah kedaluwarsa sehingga tidak dapat dihukum berdasarkan regulasi UEFA.

Namun, CAS tetap menyatakan Manchester City bersalah karena tidak bekerja sama sepenuhnya dalam proses investigasi UEFA. Klub dinilai gagal menyerahkan sejumlah bukti yang diminta dan kemudian dikenai denda 10 juta euro.

Manchester City Tetap Menjalani Kompetisi

Kasus Premier League tersebut mencakup periode ketika Manchester City mulai berkembang menjadi salah satu klub paling sukses di Inggris setelah diakuisisi Sheikh Mansour melalui Abu Dhabi United Group pada 2008.

Dalam periode yang menjadi objek investigasi, Manchester City meraih sejumlah trofi domestik. Setelah periode tersebut, klub kemudian melanjutkan dominasinya di sepak bola Inggris dan meraih gelar Liga Champions untuk pertama kalinya pada 2023.

Perkembangan terbaru kasus 115 dakwaan tersebut kini memasuki tahap penting setelah laporan mengenai putusan 114 dakwaan muncul.

Namun, sampai sanksi ditetapkan dan proses banding selesai, konsekuensi akhir bagi Manchester City masih belum dapat dipastikan. (*)

j

 

Editor : Putut Ariyo
Manchester City Liga Inggris Premier League FFP 115 Dakwaan