Manchester City Hadapi Sengketa Hukum dengan Premier League, 114 Tuduhan Dinyatakan Terbukti

jpg • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 16:01 WIB
Manchester City menghadapi proses disipliner Premier League setelah komisi independen menyatakan klub bersalah atas pelanggaran aturan finansial selama sembilan musim. (Manchester City)
Manchester City menghadapi proses disipliner Premier League setelah komisi independen menyatakan klub bersalah atas pelanggaran aturan finansial selama sembilan musim. (Manchester City)

batampos – Manchester City menghadapi proses hukum panjang dengan Premier League setelah komisi independen menyatakan klub terbukti melakukan 114 dari 115 pelanggaran aturan finansial yang dituduhkan terkait periode 2009/2010 hingga 2017/2018.

Meski demikian, perkara tersebut belum berakhir. Manchester City membantah tuduhan Premier League dan menyatakan akan menggunakan jalur banding untuk menentang keputusan komisi independen.

Perselisihan ini menjadi salah satu perkara hukum terbesar yang pernah melibatkan klub elite Inggris. Sengketa tidak hanya berkaitan dengan dugaan pelanggaran finansial, tetapi juga menyentuh persoalan transparansi laporan keuangan, kontrak sponsorship, serta kewajiban klub memenuhi regulasi Premier League.

Berawal dari Perubahan Besar pada 2008

Persoalan Manchester City tidak terlepas dari perubahan besar setelah Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan dan Abu Dhabi United Group mengambil alih klub pada 2008.

Setelah perubahan kepemilikan tersebut, Manchester City berkembang menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola Inggris. Investasi besar mengalir ke pembentukan skuad, infrastruktur, hingga pengembangan struktur bisnis klub.

Pada saat yang sama, regulasi finansial sepak bola Inggris dan Eropa terus berkembang. Aturan tersebut antara lain mengatur bagaimana klub memperoleh pendapatan, mencatat transaksi, serta membelanjakan dana untuk kebutuhan kompetisi.

Karena itu, persoalan dalam perkara Manchester City bukan sekadar mengenai besarnya modal yang dimiliki pemilik klub, tetapi bagaimana sumber dan penggunaan dana tersebut dilaporkan serta apakah sesuai dengan aturan yang berlaku.

114 Tuduhan Dinyatakan Terbukti

Premier League sebelumnya menuduh Manchester City melakukan pelanggaran aturan finansial selama sembilan musim.

Tuduhan tersebut antara lain berkaitan dengan penyampaian informasi finansial yang tidak akurat serta dugaan kegagalan klub memberikan informasi yang diperlukan dalam proses investigasi.

Komisi independen kemudian menyatakan Manchester City bersalah atas 114 dari 115 tuduhan tersebut.

Dalam temuannya, komisi juga menyoroti sejumlah kontrak dan kesepakatan yang dinilai tidak mencerminkan kondisi sebenarnya. Temuan tersebut berkaitan dengan cara klub melaporkan pendapatan dan biaya dalam laporan keuangannya.

Premier League menggunakan temuan tersebut sebagai dasar untuk mempertahankan perkara terhadap Manchester City.

Namun, klub tetap menolak kesimpulan tersebut.

Dalam pernyataan resmi pada 29 September 2026, Manchester City menyatakan tidak bersalah atas tuduhan yang diajukan Premier League. Klub juga menilai terdapat bukti yang mendukung posisi mereka.

Manchester City menyatakan akan menempuh jalur banding karena menilai keputusan tersebut mengandung kesalahan dalam aspek hukum, prinsip, maupun fakta.

Perang Narasi di Luar Ruang Sidang

Sengketa tersebut juga berkembang menjadi pertarungan narasi antara kedua pihak.

Manchester City berulang kali menekankan prinsip due process serta hak klub untuk mendapatkan proses hukum yang independen dan adil.

Chairman Manchester City Khaldoon Al Mubarak mengatakan proses hukum masih panjang dan keyakinan klub untuk mempertahankan posisinya tidak berubah.

Namun, Al Mubarak juga menjelaskan bahwa klub belum dapat membuka seluruh informasi kepada publik karena proses hukum masih berada dalam kerangka kerahasiaan.

Di sisi lain, temuan komisi independen menjadi dasar bagi Premier League untuk mempertahankan tuduhan terhadap Manchester City.

Karena itu, informasi mengenai perkara ini perlu dibedakan antara tuduhan Premier League, temuan komisi independen, bantahan Manchester City, dan keputusan akhir setelah proses banding.

Sanksi Belum Diputuskan

Meskipun komisi independen telah menyatakan Manchester City bersalah atas sebagian besar tuduhan, konsekuensi akhir bagi klub belum ditentukan secara final.

Berbagai kemungkinan sanksi telah menjadi pembahasan, termasuk pengurangan poin dan denda. Namun, keputusan mengenai sanksi harus mengikuti tahapan hukum yang masih berlangsung.

Manchester City memiliki batas waktu hingga 2 Oktober 2026 untuk mengajukan banding atas keputusan komisi independen tersebut.

Perkara ini memiliki dimensi yang luas karena periode dugaan pelanggaran bertepatan dengan salah satu era paling sukses Manchester City. Dalam rentang tersebut, klub meraih berbagai gelar, termasuk Premier League dan Liga Champions.

Karena itu, hasil akhir sengketa berpotensi memiliki konsekuensi terhadap aspek administratif klub sekaligus menimbulkan pertanyaan mengenai periode kesuksesan Manchester City yang berlangsung selama bertahun-tahun.

Untuk saat ini, proses hukum masih berjalan. Temuan komisi independen merupakan bagian penting dari perkara, tetapi belum menjadi titik akhir karena Manchester City masih memiliki jalur banding.

Sengketa tersebut pada akhirnya mempertemukan sejumlah aspek sekaligus: regulasi finansial sepak bola, kepentingan bisnis klub, proses hukum, serta komunikasi publik. Jawaban final mengenai konsekuensi bagi Manchester City masih menunggu berakhirnya seluruh tahapan hukum. (*)

Editor : Jamil Qasim
Manchester City Premier League