Hani Bikin Sejarah, Emas Pertama Indonesia dari Panahan pada Asian Games

jpg • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 21:07 WIB
Nurisa Dian Ashrifah. F. AINAGOC
Nurisa Dian Ashrifah. F. AINAGOC

batampos – Nurisa Dian Ashrifah tidak memasang target tinggi saat menjalani debutnya di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Pemanah Indonesia yang akrab disapa Hani itu hanya ingin menikmati pertandingan dan bisa melepaskan setiap anak panah dengan nyaman.

Keinginan sederhana tersebut justru berbuah sejarah. Hani berhasil meraih medali emas nomor compound individual putri sekaligus mempersembahkan emas pertama Indonesia dari cabang panahan dalam sejarah Asian Games.

Hani memastikan medali emas setelah mengalahkan wakil Filipina, Amaya Amparo Cojuangco, dengan skor 139-137 di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose Square, Kamis (1/10).

Bagi atlet berusia 20 tahun itu, kemenangan tersebut menjadi pencapaian terbesar dalam kariernya.

“Dari awal saya tidak berekspektasi. Yang penting enak nembaknya,” ujar Hani.
Kualifikasi Tak Berjalan Mulus

Perjalanan Hani menuju podium tertinggi tidak berlangsung mudah. Pada babak kualifikasi, pemanah asal Semarang itu hanya menempati peringkat kedelapan dengan koleksi 701 poin.

Namun, posisi tersebut tidak membuat Hani terbebani. Dia memilih fokus pada setiap tembakan dan berusaha menjaga kenyamanan selama pertandingan.

“Sebenarnya dari kualifikasi saya cuma mencoba untuk menembak dengan nyaman. Hasil mengikuti. Ternyata, di sesi kedua saya bisa menaikkan skor dan akhirnya peringkat delapan,” tuturnya.
Lewati Lawan Tangguh

Ujian pertama Hani pada babak gugur datang dari wakil India, Chikitha Taniparthi. Lawannya bukan atlet sembarangan karena Chikitha sebelumnya telah mengoleksi dua medali emas dari nomor beregu putri dan beregu campuran atau mixed team Asian Games 2026.

Pertandingan berlangsung di bawah terik matahari pagi. Posisi matahari yang berada tepat di depan arah tembak menjadi tantangan tersendiri bagi Hani.

Beruntung, topi yang dikenakannya membantu mengurangi gangguan saat membidik sasaran. Hani akhirnya mampu melewati wakil India tersebut dan melangkah ke babak berikutnya.

Tantangan berikutnya lebih berat. Hani berhadapan dengan pemanah Korea Selatan, Kang Yeon-seo, yang tampil konsisten pada pertandingan sebelumnya.

Hani tetap mampu menjaga ketenangannya dan mengalahkan Yeon-seo dengan skor 147-143.

Sempat Panik karena Perubahan Angin

Selain menghadapi lawan-lawan tangguh, Hani harus beradaptasi dengan perubahan cuaca di arena pertandingan.

Angin yang tiba-tiba bertiup cukup kencang sempat membuatnya panik. Kondisi tersebut berbeda dibandingkan babak kualifikasi dan pertandingan sebelumnya ketika angin relatif tenang.

Situasi serupa kembali terjadi pada partai final. Angin semakin kencang seiring matahari mulai meninggi.

Namun, Hani mampu menjaga konsistensi tembakannya ketika menghadapi Amaya. Pertandingan berlangsung ketat hingga set keempat. Kedua pemanah saling mengejar poin sebelum Hani akhirnya memastikan kemenangan dengan keunggulan dua angka, 139-137.

“Semesta sepertinya mendukung. Pas saya nembak anginnya enggak terlalu kencang. Tapi pas Filipina nembak, lumayan kencang,” tutur Hani.
Emas untuk Sang Ibu

Di balik keberhasilan Hani, ada sosok sang ibu, Nurlisa, yang menjadi salah satu sumber motivasinya.

Medali emas Asian Games 2026 itu secara khusus ingin dipersembahkan Hani untuk ibunya yang selalu mendukung perjalanan kariernya.

Sang ibu bahkan telah memiliki harapan jika Hani mendapatkan bonus dari pemerintah atas keberhasilannya meraih medali emas. Nurlisa ingin menggunakan bonus tersebut untuk menunaikan ibadah umrah.

“Jelas untuk ibunda tercinta. Pesan dari ibu cuma bilang kalau bonus dapat Rp3 miliar, ibu bisa umrah. Saya ingin mewujudkan harapan ibu,” kata Hani.

Medali emas Hani sekaligus menjadi catatan bersejarah bagi Indonesia. Sebelumnya, prestasi terbaik Indonesia di panahan Asian Games berupa medali perak dan perunggu.

Pada Asian Games 2026, Hani akhirnya membawa Indonesia meraih emas pertama dari cabang panahan melalui nomor compound individual putri. (*)

Editor : Putut Ariyo
Asian Games 2026 Panahan Nurisa Dian Ashrifah Hani indonesia