batampos – Kontingen Indonesia berhasil melampaui target empat medali emas di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Medali emas kelima dipersembahkan atlet panahan Nurisa Dian Ashrifah pada nomor compound individual putri, Kamis (1/10).
Pencapaian tersebut sekaligus mencatat sejarah baru bagi olahraga Indonesia. Untuk pertama kalinya sejak panahan dipertandingkan di Asian Games pada 1978, Indonesia berhasil meraih medali emas dari cabang olahraga tersebut.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyampaikan apresiasi kepada Nurisa Dian Ashrifah dan seluruh tim panahan Indonesia.
“Alhamdulillah, Indonesia kembali mendapatkan emas. Selamat dan apresiasi setinggi-tingginya untuk Nurisa Dian Ashrifah dan seluruh tim panahan Indonesia yang telah berjuang luar biasa. Ini adalah sejarah karena untuk kali pertama panahan Indonesia berhasil mempersembahkan medali emas sejak Asian Games diselenggarakan pada 1978,” kata Erick.
Target Empat Emas Terlampaui
Dengan tambahan emas dari Hani, sapaan Nurisa Dian Ashrifah, Indonesia telah mengoleksi lima medali emas. Jumlah tersebut melampaui target empat emas yang ditetapkan sebelum Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Meski target telah terlampaui, Erick meminta para atlet Indonesia yang masih bertanding untuk tetap berjuang hingga kompetisi berakhir.
Peluang untuk menambah medali emas masih terbuka karena sejumlah atlet Indonesia masih akan tampil pada pertandingan berikutnya.
“Emas kelima sudah kita dapatkan dan berarti target empat emas yang kita tetapkan sudah terlampaui. Masih ada atlet-atlet kita yang berjuang di final. Saya harap mereka tampil total dengan fighting spirit yang tinggi karena kita masih punya peluang untuk menambah emas,” ujar Erick.
Bonus Emas Rp3 Miliar
Pemerintah telah menyiapkan bonus Rp3 miliar bagi atlet peraih medali emas. Namun, besaran bonus yang diterima masing-masing atlet disesuaikan dengan kategori pertandingan, yakni perorangan, ganda, dan beregu.
Erick juga mengingatkan para atlet peraih medali agar mengelola bonus tersebut secara bijak.
Menurut dia, bonus yang diterima atlet sebaiknya tidak langsung dihabiskan untuk kebutuhan sesaat. Sebagian bonus dapat ditabung dan dikelola sebagai bekal untuk masa depan.
Imbauan tersebut disampaikan mengingat karier atlet profesional memiliki masa aktif yang terbatas.
“Saya sudah sampaikan (kepada para atlet peraih medali agar) bonus-bonusnya ditabung,” ucap Erick. (*)
Editor : Putut Ariyo