batampos - Pasangan padel putri Indonesia Beatrice Gumulya/Novela Putria meraih medali perunggu Asian Games 2026. Mereka menang telak atas wakil Filipina Danna Abad/Joshea Malazarte dengan skor 6-0, 6-0 di Nagoya City Higashi Sport Center, Jepang, Sabtu (3/10).
Beatrice/Novela tampil dominan sepanjang pertandingan yang berlangsung selama 40 menit. Mereka menguasai permainan dan membatasi pasangan Filipina hanya meraih 18 poin, sementara pasangan Indonesia mengumpulkan 54 poin.
“Rasanya sangat senang, karena kita sudah main lepas, main bagus, dominan, yang paling penting bisa menghasilkan yang terbaik buat Indonesia, jadi pasti bangga banget,” ujar Novela seusai pertandingan.
Pada set pertama yang berlangsung selama 19 menit, Beatrice/Novela langsung mengambil kendali dengan merebut gim pertama dan kedua.
Gim ketiga menjadi persaingan paling ketat. Kedua pasangan harus melewati dua kali deuce sebelum Beatrice/Novela mengamankan gim tersebut. Setelah itu, pasangan Indonesia merebut tiga gim berikutnya secara beruntun untuk menutup set pertama 6-0.
Dari statistik set pertama, Beatrice/Novela memenangi 80 persen poin servis, berbanding 30 persen milik pasangan Filipina. Dalam permainan menerima servis, pasangan Indonesia juga unggul dengan memenangi 65 persen poin dibandingkan 14 persen milik lawan.
Menang Telak di Set Kedua
Dominasi Beatrice/Novela berlanjut pada set kedua. Mereka merebut enam gim secara beruntun untuk memastikan kemenangan 6-0 sekaligus mengamankan medali perunggu.
Set kedua berlangsung selama 21 menit. Beatrice/Novela kembali unggul dalam statistik servis dengan memenangi 62 persen poin servis, sedangkan pasangan Filipina hanya 15 persen.
Pasangan Indonesia juga mencatat efektivitas tinggi pada servis pertama. Dari 15 servis pertama yang masuk, Beatrice/Novela memenangi 10 poin atau 67 persen.
Pada servis kedua, mereka bahkan memenangi seluruh tiga poin yang dimainkan.
Beatrice/Novela Bangkit setelah Kalah di Semifinal
Beatrice mengatakan keberhasilan meraih perunggu tidak lepas dari persiapan mental yang dilakukan bersama Novela sejak mengetahui hasil undian.
“Dari awal kita tahu lihat drawing kita itu enggak gampang ya, cukup berat. Kita tahu match pertama kita melawan Iran. Kita pas lihat draw, harus prepare mentally, enggak cuma fisik, tapi mental juga buat awal,” kata Beatrice.
Ia juga mengatakan kekalahan pada semifinal harus segera ditinggalkan agar tidak memengaruhi penampilan dalam perebutan medali.
“Kita kemarin harus move on lah, jangan sampai kekalahan kemarin berefek ke hari ini,” ujarnya.
Sebelumnya, Beatrice/Novela gagal melaju ke final setelah kalah dari pasangan Jepang Saki Tsukamoto/Kae Tokumoto dengan skor 1-6, 3-6 pada semifinal, Jumat (2/10).
Hasil tersebut membuat Tsukamoto/Tokumoto melaju ke final dan menghadapi pasangan Indonesia Fitriani Sabatini/Fadona Kusumawati dalam perebutan medali emas padel Asian Games 2026. (*)
Editor : Putut Ariyo