Dulu Petenis, Kini Beatrice Gumulya Raih Medali Asian Games lewat Padel

Antara • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 15:52 WIB
Atlet padel nasional Beatrice Gumulya (kiri) bersama pasangannya Novela Putria (kanan) dalam wawancara cegat seusai meraih medali perunggu di Nagoya City Higashi Sport Center, Jepang, Sabtu (3/10/2026). (ANTARA/Arindra Meodia)
Atlet padel nasional Beatrice Gumulya (kiri) bersama pasangannya Novela Putria (kanan) dalam wawancara cegat seusai meraih medali perunggu di Nagoya City Higashi Sport Center, Jepang, Sabtu (3/10/2026). (ANTARA/Arindra Meodia)

batampos - Mantan petenis nasional Indonesia, Beatrice Gumulya, tidak pernah menyangka dirinya akan kembali tampil di Asian Games setelah mengakhiri karier tenis dan beralih menekuni olahraga padel.

Namun, dua tahun setelah mulai bermain padel, Beatrice akhirnya kembali ke panggung Asian Games. Kali ini, ia berhasil membawa pulang medali perunggu bersama Novela Putria.

“Sejujurnya tidak. Tidak pernah terpikirkan,” kata Beatrice ketika ditanya apakah dirinya pernah membayangkan kembali tampil di Asian Games melalui cabang olahraga berbeda setelah meraih perunggu di Nagoya City Higashi Sport Center, Jepang, Sabtu.

Beatrice sebelumnya tampil di Asian Games sebagai petenis. Ia mengaku kegagalan meraih medali pada ajang tersebut menjadi salah satu motivasi ketika mendapat kesempatan untuk kembali berkompetisi di Asian Games.

“Pada Asian Games sebelumnya saya tidak mendapatkan medali. Jadi, saya sangat senang bisa bermain di Asian Games lagi kali ini, meskipun cabangnya berbeda,” ujar atlet berusia 35 tahun itu.

Setelah mengakhiri karier tenis sekitar dua tahun lalu, Beatrice awalnya hanya menjadikan padel sebagai aktivitas untuk mengisi waktu dan bersenang-senang.

Ia bahkan tidak menyangka olahraga tersebut akan membawanya ke kompetisi internasional, apalagi hingga Asian Games.

“Saat berhenti bermain tenis, saya merasa sudah selesai. Padel awalnya hanya untuk bersenang-senang. Saya memang ingin mencoba bermain di turnamen FIP, tetapi tidak berpikir akan sampai ke Asian Games tahun ini,” kata Beatrice.

Kesempatan tersebut kemudian membuat Beatrice kembali serius berlatih. Bersama Novela, ia menjalani persiapan intensif, termasuk berlatih di Spanyol untuk menghadapi persaingan di Asian Games.

“Kami banyak berkorban untuk pergi ke Spanyol, berlatih, dan mempersiapkan diri untuk pertandingan ini. Jadi, setidaknya kami mendapatkan medali, dan itu sangat baik bagi kami,” ujar Beatrice.

Medali perunggu tersebut menjadi pencapaian yang sangat berarti bagi Beatrice, terutama karena sebelumnya ia tidak berhasil membawa pulang medali ketika tampil di Asian Games melalui cabang olahraga tenis.

Ia juga merasa padel memiliki karakter yang sesuai dengan dirinya karena sama-sama menawarkan nomor ganda, yang menjadi nomor favoritnya ketika masih aktif sebagai petenis.

“Itulah sebabnya saya mulai bermain padel. Di tenis saya memang lebih menyukai ganda,” kata Beatrice.

Beatrice mengaku menyukai permainan cepat dan aksi di depan net yang banyak ditemui dalam permainan ganda. Selain menyenangkan, ia juga merasa padel memberikan manfaat terhadap kemampuan bermain tenisnya ketika masih aktif.

“Saya suka melakukan volley, poin-poin cepat, dan mendapatkan poin dari depan net. Itu sebabnya saya mulai menyukai padel,” kata Beatrice.

Beatrice sebelumnya mencatatkan sejumlah prestasi di cabang olahraga tenis, termasuk pada ajang Grand Slam junior. Pada 2008, ia bersama Jessy Rompies mencapai semifinal US Open junior. Setahun kemudian, Beatrice juga mencapai semifinal Australian Open junior.

Pada SEA Games Manila 2019, Beatrice meraih medali emas ganda putri dan perunggu ganda campuran. Pada SEA Games Hanoi 2021, ia meraih medali perunggu beregu putri dan ganda putri.

Sementara pada SEA Games Kamboja 2023, Beatrice meraih medali emas beregu putri serta perunggu pada nomor ganda campuran dan ganda putri.

Kini, setelah berhasil meraih medali Asian Games melalui cabang olahraga berbeda, Beatrice mengaku pencapaian tersebut menjadi buah dari motivasinya untuk kembali berkompetisi setelah sebelumnya merasa telah menutup karier olahraga profesional.

“Motivasinya adalah saya ingin mencoba kembali di pertandingan internasional, karena saya tidak mendapatkan medali terakhir kali,” ujar Beatrice. (*)

Editor : Putut Ariyo
Tenis Indonesia Asian Games 2026 Beatrice Gumulya Novela Putria padel