Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Misi Akhiri Penantian 35 Tahun

JawaPos • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 13:30 WIB
Suporter timnas Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (25/9). Final FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi kesempatan Timnas Indonesia mengakhiri penantian panjang gelar juara di level senior. Namun, Thailand menjadi lawan yang tidak mudah. (Rivan Awal Lingga/Antara)
Suporter timnas Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (25/9). Final FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi kesempatan Timnas Indonesia mengakhiri penantian panjang gelar juara di level senior. Namun, Thailand menjadi lawan yang tidak mudah. (Rivan Awal Lingga/Antara)

batampos – Timnas Indonesia hanya berjarak satu pertandingan dari trofi FIFA ASEAN Cup 2026. Thailand menjadi lawan terakhir yang harus ditaklukkan skuad Garuda untuk mengakhiri penantian gelar juara timnas senior yang berlangsung sejak 1991.

Final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Indonesia dan Thailand akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (5/10) pukul 20.00 WIB.

Bermain di hadapan puluhan ribu suporter menjadi modal tambahan bagi pasukan John Herdman. Namun, Thailand bukan lawan yang mudah, terutama jika melihat sejarah pertemuan kedua tim di partai final.

Penantian Sejak 1991

Indonesia terakhir kali meraih gelar bersama timnas senior pada SEA Games 1991 di Manila. Saat itu, Indonesia menghadapi Thailand di partai final.

Pertandingan berakhir tanpa gol selama 90 menit. Indonesia kemudian memastikan gelar juara setelah menang 4-3 melalui adu penalti.

Kemenangan tersebut menjadi gelar terakhir Indonesia bersama timnas senior. Setelah itu, Garuda belum kembali mengangkat trofi di level senior.

Peluang untuk mengakhiri penantian tersebut kini terbuka melalui FIFA ASEAN Cup 2026. Jika mampu mengalahkan Thailand, Indonesia akan kembali meraih gelar bersama timnas senior setelah 35 tahun.

Indonesia memang sempat meraih medali emas sepak bola putra SEA Games 2023 di Kamboja. Saat itu, Garuda Muda mengalahkan Thailand dengan skor 5-2 pada partai final.

Namun, gelar tersebut tidak masuk dalam catatan prestasi timnas senior. Turnamen sepak bola putra SEA Games menggunakan pembatasan usia, dan Indonesia pada 2023 tampil dengan skuad U-22.

Karena itu, final FIFA ASEAN Cup 2026 memiliki arti khusus bagi Indonesia. Trofi turnamen tersebut akan menjadi gelar timnas senior setelah penantian panjang sejak 1991.

Thailand Bukan Lawan Sembarangan

Perjalanan Indonesia menuju trofi tidak akan mudah. Thailand memiliki sejarah kuat ketika berhadapan dengan Indonesia di pertandingan final turnamen regional.

Kedua tim beberapa kali bertemu di partai puncak. Thailand juga menjadi salah satu lawan yang kerap menghalangi Indonesia meraih gelar, termasuk di Piala AFF.

Meski demikian, sejarah pertemuan kedua tim juga menunjukkan Indonesia mampu mengalahkan Thailand di final. Salah satunya terjadi pada SEA Games 1991.

Indonesia juga kembali menundukkan Thailand pada final SEA Games 2023. Namun, kemenangan tersebut diraih oleh skuad kelompok usia sehingga konteksnya berbeda dengan duel di FIFA ASEAN Cup 2026.

Kini, kedua tim akan bertarung dengan skuad senior demi satu trofi yang sama.

SUGBK Jadi Modal Tambahan

Selain kualitas pemain, Indonesia memiliki keuntungan lain karena final digelar di SUGBK. Dukungan puluhan ribu suporter di tribun diharapkan menjadi energi tambahan bagi Mitchell Baker dan kolega.

Indonesia sebelumnya memastikan tiket final setelah menang telak 9-2 atas Bangladesh di SUGBK. Hasil tersebut membawa Garuda ke partai puncak sekaligus membuka peluang mengakhiri penantian panjang.

Namun, Thailand tetap harus dihadapi dengan kewaspadaan penuh. Final ini menjadi ujian terbesar bagi John Herdman dan anak asuhnya.

Jika mampu mengalahkan Thailand, Indonesia tidak hanya akan mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda juga akan mengakhiri penantian gelar timnas senior yang telah berlangsung selama 35 tahun. (*)

Editor : M Tahang
Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand Penantian 35 Tahun